Minggu, 31 Juli 2011

If Love In Action -Cuma Elo Mrs.Mario- (re-post)

Rio dan ray sudah pindah tempat tinggal di apartemen yang letaknya tidak jauh dari rumah mereka sebelumnya, mereka terpaksa pindak karena mbok jum, pembantu mereka pulang kampung. Orang tua mereka takut kalau rumah tidak terurus. Sore ini ify datang ke apartemen untuk mengunjungi rio dan ray. Seperti biasa ify yang sudah diberi knci cadangan langsung masuk ke dalam.

“ kakrio..ray.” panggil ify, tidak ada sahutan.

Tiba-tiba ify menepuk keningnya.

“ bego! Kak rio kan lagi rapat perpisahan!” gumamnya.

Ify memutuskan untuk melihat-lihat keadaan.

“ ampun! Ini tempat tinggal apa kandang ayam?” gerutu ify gara-gara liat ruangan didepannya mirip kapal pecah.

Rrtt..rtttrrttt...getar hp ify yang menghentikan niatya buat bersih-bersih.

From : agni

ke rumah gue! Tugas akhir geo dateline besok.

Terpaksa ify langsung ke rumah
agni.
***
setelah memarkirkan mobilnya digarasi rumah agni, ify langsung melesat ke halaman belakang tempat mereka biasa berkumpul.

“ sory gue telat.” ucap ify sambil menaruh tasnya.

“ hoby telat mulu! Darimana loe?” selidik agni.

“ dari tempat kak rio.”

“pacaran mulu loe!”

“siapa? Orang kak rio ga ada, udah seminggu lebih gue nggak ketemu dia. ”

“heuleuh...gue sama kak iel udah dua minggu lebih.” sela shilla.

“serius loe?” sergah sivia.

“iya lah! Dia sibuk jadi ketua pelepasan sama kejar beasiswa dokternya.

“loe nggak kangen?”

“banget lah! Tapi kan itu buat dia juga.”

“hua..kita senasib..” rengek ify.

“sabar aja deh! Itu kan tugas mereka.” nasehat sivia.

“dan tugas kita buat selesein ni tugas sialan!” potong agni.
***
ify berguling-guling di atas tempat tidurnya sambil sesekali menatap layar i-phonenya. Hari ini tidak ada panggilan atau pesan singkat dari rio sama sekali. Ify benar-benar merasa jauh. Mau sms atau telfon duluan takut ganggu. Sampai akhirnya i-phone ditangannya bergetar.

Ada satu sms masuk.

From : Mr. Mario

nite, mrs. Mario, miss u soo..


to: Mr. Mario

hmm..masih inget punya gue??


from: mr. Mario

selalu! Kan cuma ngana yang kita cinta cuma ngana yang kita sayang.
Cuma ngana suka bikin pusing! :P


to: mr. Mario

ga lucu! >/p>
loe tau nggak gua kangen?


From: mr. Mario

maaf..gue juga amat sangat kangen sama elo!


To: mr' mario

kal gitu..besok jalan?? :)


from: mr. Mario

sory, tapi gue lagi di manado besok malem pulang.

Saking jengkelnya ify menonaktifkan i-phonenya dan memilih tidur. Akhir-akhir ini selalu begini, setiap mereka mau ketemu, pasti rio punya urusan dengan sekolah atau papanya, hampir tidak ada waktu untuk ify.
***
kegiatan SMA Putra Bangsa hari ini free setelah ujian kenaikan kelas dan menunggu pembagian rapor. Ify, sivia, dan agni sedang duduk ditaman sambiol ngobrol, sementara shilla akhirnya bisa bertemu gabriel dan memilih buat jalan berdua.

Ify tidak terlalu memperhatikan obrolan seru teman-temannya, pikirannya masih dipenuhi dengan rio. Saat dimintai pendapat ify hanya menjawab dengan kata-kata singkat atau hanya mengangguk dan menggeleng. Agni akhirnya risih juga dengan keadaan ify.

“ fy, loe kenapa sih? Letoy amit?” seldik agni.

“ nggak papa.” jawab ify datar.

“ bohong loe! Ada apa?”

“ gue kangen kak rio! Gue juga pengen dia perhatiin, gue iri liat kak cakka ya ng selalu ada buat elo, ag! Gue iri liat kak alvin yang selalu kasih apapun buat elo, vi! Sementara kak rio? Gue rasa gue cuma jadi selingan pas dia jengah sama kerjaan dia!” ify mengeluarkan unek-uneknya.

Agni langsung mendekati ify dan merangkulnya.

“ sabar fy! Gue tau kak rio sayang banget sama elo, gue yakin itu! Tapi dia punya kewajiban lain yang harus dia tanggung kan? Itu semua buat masa depan dia kan? Dan mungkin juga buat elo nantinya. ” nasehat agni.

“ tapi nggak harus sampe lupain gue gini kan?”

“dia nggak pernah lupain elo fy!” sela alvin yang baru datang, dia sempat mendengar sedikit pembicaraan ify, sivia, dan agni.

Alvin duduk di samping sivia dan
merangkulnya. Sivia cuma menatap alvin sekilas sambil tersenyum.

“ hp loe nggak aktif ya? Barusan rio mewek-mewek sama gue gara-gara
kawatir sama elo. ” lanjut alvin setelah membalas senyuman sivia.

“ emang dia masih peduli?”

“banget! Dia beneran bingung sama elo, loe tau apa yang sebenernya rio lakuin sekarang?”

“ kejar karier sampe lupa sama gue!”

“ nggak seluruhnya dari teori loe bener.”

“ maksud loe?”

“rio itu lagi memperjuangkan elo fy.”

“ gue nggak ngerti.”

“ nanti juga loe ngerti, tapi sekarang gue minta loe jangan ragu sama dia, dia sayang banget sama elo. ”

“ tapi gue butuh perhatian dia.”

“ sebisa mungkin rio perhatiin elo, percaya sama gue, gue tau gimana ribetnya urusan dia, tapi dia masih nyempetin buat telfon atau sms elo, justru menurut gue elo yang kurang perhatiin dia. ” ify menatap alvin penuh tanya.

“ loe pernah obrak-abrik apartemen dia?” ify menggeleng.

“ tuh kan, kalo loe udah liat dan loe kenal baik rio pasti loe tau semua yang gue maksud. Heh..napa gue jadi kaya pak ustad gini sih ?” alvin baru sadar kalau habis bicara panjang lebar.

“ tapi kata-kata loe keren kak!” puji sivia.

“ jelaslah! Alvin gitu! Fy, inget kata gue tadi, gue duluan.” alvin beranjak pergi.

Tinggal sivia, agni, dan ify di tempat itu.

“ could you leave me alone?” pinta ify.

“ of course, kita jga tau loe cuma butuh waktu sendiri, good luck ya fy !” jawab sivia sambil tersenyum.”yuk ag!” sivia dan agni meninggalkan ify sendiri buat merenung.
***
setelah berpikir seharian ify memutuskan ke apartemen rio untuk mencari kejelasan dari semua perkataan alvin.

Sebelumnya ify berbelanja untuk keperluan rio dan ray. Ruangan itu terlihat lebih berantakan dari kemarin, maklum, penghuninya cowo semua. Hari ini ray pergi ke puncak bersama deva dan ozy untuk merefresh fikiran setelah menghadapi ujian akhir mereka.

Ify memandang dua pintu kamar di depannya bergantian, satu pintu tertutup rapat, di depan pintu itu tertulis 'GoCap's secret world', kamar itu kamar ray yang selalu memberi ijin terbatas untuk beberapa orang yang boleh memasukinya. Pintu yang berada tepat diselah kanannya terbuka lebar dengan tulisan 'Y's SPACE' kamar itu kamar rio. Kemudia ify menaruh tas serta belanjaannya di meja dan memulai rencana bersih-bersihnya.

Ify terkejut melihat banyak bungkus junk food di tempat sampah, juga beberapa bungkus kopi instan. Otak ify mencoba menebak alasan dibalik semuanya.

“hmm..pasti mereka berdua nggak pernah perhatiin makanan, dan pasti kebiasaan kak rio lembur ditemenin kopi kumat lagi. ” gumam ify menebak semuanya.

Seluruh ruangan sudah bersih kecuali kamar rio dan ray. Karena kamar ray terkunci, ify memutuskan untuk membersihkan kamar rio. Jauh dari dugaan ify, ternyata kamar rio tertata rapi. Ify mendekati tempat
tidur rio untuk melihat sesuatau yang tergeletak di atasnya. Sebuah figura coklat tua. Ify tersenyum simpul begitu melihat foto yang ada di figura itu. Fotonya yang sedang tersenyum manis. Setelah beberapa detik ditatapnya, ify menaruh figura itu di meja kecil di samping tempat tidur.

Mata ify terbelalak melihat bercak-bercak darah yang menempel di bedcover. Rasa cemas langsung menyergap perasaan ify, cepat-cepat ify mengabil i-phone di kantongnya
untuk menghubungi mamanya.

“ ma, ma, ify mau minta ijin nginep di tempat kak rio.” srgah ify begitu mamanya mengangkat telfon.

“ Emang ada apa?”

“ ify kawatir sama kak rio, kita lagi ada masalah yang harus diselesein, plis ma... ” rayu ify.

“ tapi fy...”

“ ma, ify bisa jaga diri! Ify tau batesan ma, percaya sama ify, ify sama kak rio nggak bakal kecewain mama. ”akhirnya mama ify mengijinkan ify.

Jam sudah menunjuk pukul 19.18, ify masih menunggu rio sambil terus memindah-mindah channel tv karena dari tadi dia tidak menemukan acara yang menurutnya menarik, sampai ify mendengar langkah berat seseorang masuk. Ify yang yakin itu rio langsung menuju sumber suara.

“ kak rio!” pikik ify gara-gara rio terduduk lemas dilantai sambil meremas perutnya dan. mengerang
kesakitan.

“ loe kenapa kak?” tanya ify panik sambil membantu rio berdiri.

“ perut gue sakit banget..” rintih rio.

“ loe udah ke dokter?” tanya ify setelah membaringkan rio di tempat tidur.

“ belum.” jawab rio sambil terus menahan sakit diperutnya.

Ify langsung menghubungi dokter yang sering menangani keluarganya untuk memeriksa rio.

Tak lama dokter datang.

“ rio, kamu punya maag?” tanya dokter setelah selesai memeriksa.

“ iya dok.” jawab rio.

“ akhir-akhir ini kamu kurang memperhatikan pola makan kamu ?” rio mengangguk.

“ apa kamu sempat muntah darah?” kali ini rio ragu menjawab, matanya melirik ify yang menatapnya kosong sekilas.

“ rio?” tanya dokter lagi.

“ em..iya dok.” jawab rio ragu.

Mendengar jawaban rio, ify menghela nafas keras, ini jawaban
dari bercak darah yang menempel di bedcover.

“ maag kamu sudah kronis, lambung kamu luka, jika dibiarkan bisa menyebabkan kangker lambung. ”

“ separah itu dok?” tanya rio sedikit tidak percaya.

“ jangan suka meremehkan penyakit!” jawab dokter tegas.” mulai sekarang kamu harus benar-benar menjaga pola makan kamu dan jangan lupa istirahat cukup. ”
nasehat dokter sambil menulis resep.” ini silahkan ditebus fy, saya permisi dulu.”

“gue ke apotek bentar.” pamit ify setelah dokter pergi.

Kurang dari setengah jam ify sudah kembali dan kemudian sibuk memasak bubur untuk rio. Sementara rio masih tergolek di kamarnya sambil terus meremas perutnya dan menggigit bibir bawahnya.

Ify masuk ke kamar rio dengan membawa nampan berisi semangkok bubur dan segelas air putih ditambah beberapa butir obat. Setelah menaruhnya, ify membantu rio duduk, semua dia lakukan tanpa bicara.

“ makan kak.” suruh ify datar sambil menyodorka sedok ke rio. Tanpa protes rio makan,

" udah fy! Perut gue tambah perih. ” ucap rio setelah makan beberapa suap. Ify pasrah dan mengoper mangkok dengan gelas dan obat.

“ minum.” tanpa babibu rio minum.

“ loe istirahat, gue keluar.” kata ify sambil membereskan mangkok dan gelasnya.

Belum sempat ify berdiri, rio sudah menarik tangannya sampai ify terjatuh di pelukan rio. Beberapa waktu mereka diam dalam posisi ini. Rio membiarkan ify mendengar detak jatungnya yang masih sangat susah ia kontrol saat bersama ify.

“ i'm still loving you.” bisik rio tepat i sebelah telinga ify.” gue mohon loe tetep disini, gue kangen banget sama elo. ” lanjutnya.

“ kak rio..maafin gue..” ucap ify dengan suara parau.

“ buat apa? Loe nggak punya salah sama gue, gue yang salah karena gue kurang perhatiin elo. ”

“gue yang nggak pernah perhatiaan sama elo, gue kaya anak kecil, gue manja, gue nggak pantes buat loe. ”

“ hey..loe ngomong apa sih? Loe itu pilihan gue! Loe yang paling pantes buat gue, gue tau loe childish, gue tau loe manja, tapi asal loe tau, gue seneng manjain elo, gue seneng jadi sandaran elo, makanya gue ngrasa gagal setelah loe marah sama gue. ” ify melepas pelukan rio dan menatapnya.

“ maaf kak, loe nggak gagal kok.”

“ hhe..plis fy, gue cuma minta loe percaya sama gue dan ngertiin gue, ini semua juga buat kita, gue mau kita kejar mimpi-mimpi kita dulu sebelum kita benar-benar terikat sama janji di didepan tuhan, loe masih mau jadi pianis terkenal kan ?” ify mengangguk sambil tersenyum.

“ kejar sampai dapet! Gue akan terus berdiri paling depan buat dukung elo. ”

“ gue juga akan belajar buat selalu
ngertiin elo.”

“ makasih cantik, tapi jangan ngambek lagi kalo gue sibuk!”

“ jangan suka minum kopi kebanyakan! Makan yang sehat! Istirahat !”

“ iya, nyonya..”

“ hhe.gue pulang ya kak?” pamit ify.

“ jangan! Bahaya! Udah malem, mending loe tidur disini, biar gue di luar. ” cegah rio.

“ tapi elo lagi sakit! Biar gue yang diluar.”

“ eitss..” ceplos rio sambil menahan tangan ify.”nggak sopan! Masak gue biarin loe kedinginan?”

“ terus?”

rio menggeser duduknya.

“ stay here, believe in me, nothing can be!”

“ sedeng loe! Nggak!”

“ taelah! Sini! Malem ini aja!”

“ tapi awas loe macem-macem!”

“ iya!”
***
sambil mengerjapkan matanya, perlahan ify melepas genggaman tangan rio. Pelahan ify bangun dari tempat tidur agar tidak membangunkan rio. Sebelum pulang ify memutuskan bikin sarapan untuk rio.

“ pagi ify...” sapa rio sambil memeluk ify dari belakang, satu tangannya melingkar di pinggang ify dan satu dilehernya.

“ lepas kak! Gue lagi masak ni.” suruh ify sambil mencoba melepaskan pelukan rio, sementara
tangannya masih sibuk mengiris sayuran.

“ sekali-kali fy..” rengek rio.

“aw...” jarit ify sambil melempar pelan pisaunya.

“ kenapa fy?” tanya rio panik.

“ kena piso! Tanggung jawab!” jawab ify jutek.

“ tenang bibeh..”

“hoekss..kuping gue gatel!” dengan sigap rio menarik tangan ify dan mengemut telujuk ify yang berdarah, ify cuma pasrah.

“ berhenti kan..” kata rio sambil melepas tangan ify.

“ udah gosok gigi belum?” selidik ify.

“ hah..” rio menyeburkan nafasnya.”wangi kan?”

“wangi babi!” seru ify sambil menutup hidungnya.

“ iya lah! Orang babinya ada di depan gue.” ledek rio balik.

“kok loe mau sama babi?”

“dipelet sama babinya.” jawab rio asal.

“ bodo ah! Gue ngambek!” ify manyun.

“ muka loe nggak usah dijelek-jelekin juga jelek, alyssaku!” goda rio sambil menyentil hidung ify.

“ jelekan juga elo!”

“yang penting loe suka! Udah cukup buktiin kalo gue ganteng! Hhe.. ”

“ narsis loe!”

“biarin! Fy, jari loe manis juga, gue ketagihan ni..”

“iya lah! Muka gue aja manis pasti semuanya manis.”

“heuleuh..ga jadi deh! Narsis makin hari makin kronis.”

“biarin! Wlee..”

“nanti malem jalan yuk?”

“ kan loe masih sakit?”

“udah sembuh! Mau ya? Gue kangen banget sama elo.”

“berdua?”

“sekampung!”

“hhe..iya deh, kemana?”

“jurang!”

“ ye..gue serius ni.”

“pokoknya gue jamin loe nggak bakal lupain semua tentang malem
ini. ”

“awas loe kalo gue kecewa! Gue deportasi ke neraka.”

“beres!”
***
jam dinding di kamar ify sudah menunjuk pukul 19.00.

“ fy..ditunggu rio!” seru bu wanda.

“bentar!” jawab ify sambil memastikan dandanannya dan menarik sweater dar kursi belajarnya. Rio menunggu ify sambil ngobrol sama bu wanda.

“ ayo kak!” ajak ify sambil menarik tangan rio.

“ bentar! Tante, rio bawa ify ya?” ijin rio.

“ nggak usah dipulangin sekalian yo.” canda bu wanda.

“iman saya belum kuat tante, ify bikin emosi mulu.”

“hua..pada jahat!!” ify manyun.

“jelek loe! Ya udah tante, kita pergi dulu.”

“iya, hati-hati! Tante titip ify,yo, jangan pulang malem-malem!”

“pagi ya ma?” jwab ify asal sambil mencium tangan mamanya.

Setelah berpamitan mereka pergi.
***
rio menghentikan toyota rush hitamnya di sebuah padang alang-alang yang sangat sepi, lebih tepatnya damai. Bintang bertaburan dan bulan yang bersinar terang menyambut ify dan rio. Di tambah semilir angin sepoi-sepoi, romantis. Sambil menenteng gitarnya, rio mengajak ify bersandar di kap
mobil.

“ tempatnya keren banget kak! Tenang, damai, indah banget! So sweet !” kata ify kagum sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah menikmati keindahan malam ini.

“ iya dong! Mario gitu yang milih, apa lagi kalo ditambah ini ni!” rio mulai memetik gitarnya, sebuah
lagu mulai mengalun dari bibinya.

cinta adalah misteri dalam hidupku
Yang tak pernah ku tahu akhirnya
Namun tak seperti cintaku pada dirimu
Yang harus tergenapi dalam kisah hidupku

Ku ingin slamanya mencintai dirimu
Sampai saat ku akan menutup mata dan hidupku
Ku ingin slamanya ada di sampingmu
Menyayangi dirimu sampai waktu kan memanggilku

Ku berharap abadi dalam hidupku
Mencintamu bahagia untukku
Karena kasihku hanya untuk dirimu
Selamanya kan tetap milikmu

Ku ingin slamanya mencintai dirimu
Sampai saat ku akan menutup mata dan hidupku
Ku ingin slamanya ada di
sampingmu
Menyayangi dirimu sampai waktu kan memanggilku

Di relung sukmaku
Ku labuhkan s ’luruh cintaku
Di hembus nafasku
Ku abadikan s ’luruh kasih dan sayangku

Ku ingin slamanya mencintai dirimu
Sampai saat ku akan menutup mata dan hidupku
Ku ingin slamanya ada di
sampingmu
Menyayangi dirimu sampai waktu
kan memanggilku

ify terus menatap rio dengan senyum kecil yang terus terukir di wajahnya, menikmati setiap nada dari suara lembut rio dan meresapi setiap petikan gitar rio. Matanya tak lepas dari wajah laki-laki yang ditemuinya hampir setahun yang lang lalu tapi sudah mampu membuatnya yakin akan segalanya.

Selesai menyanyi rio meletakkan gitarnya di samping kap mobil dan kemudian merangkul ify.

“ makasih kak.” ucap ify tulus sambil menyenderkan kepalanya di dada rio.

“ buat?'

“semua yang udah loe kasih buat gue, termasuk malem ini.”

“sama-sama, gue juga makasih buat semuanya fy, makasih loe udah mewarnai hidup gue, makasih udah ada di setiap helaan nafas gue, makasih udah ngijinin gue memiliki elo, jagain elo, makasih banyak. ” ify tertawa kecil.

Rio memegang bahu ifydan membuat posisi mereka sekarang berhadapan. Dengan lembut rio mengangkat wajah ify dan menatapnya lembut.

“tetap percaya sama gue ya, cantik! Gue akan selalu ada buat elo, baut jaga cinta kita, karena cuma elo pemilik hati gue, karena cuma elo pelabuhan terakhir gue, karena cuma elo, Mrs. Mario. ”

rio mencondongkan kepalannya. Perlahan ify menutup matanya, merasakan hembusan lembut nafas rio yang semakin lama-semakin kuat menyapa wajahnya. Membiarkan
jarak antara mereka terhapuskan mengikuti kuatnya getaran dalam dada mereka yang semakin terbawa oleh indahnya malam ini. Dengan satu harapan tulus, kisah mereka akan trus seindah malam ini.

> THE END..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar