Minggu, 31 Juli 2011

If Love In Action part 11 (re-post)

Keesokan harinya.

Hari ini hari minggu, ify gunain hari ini buat beresin kamar barunya di rumah rio dibantu sama mbok jum, pembantu rumah rio.

” fy, fy..repot banget idup loe! Cuma disebelah aja loe pake pindahan segala ?” tanya rio heran.

“ biarin! Biar gue nggak sumpek-sumpek banget ngladenin loe! Seenggaknya gue punya tempat yang nyaman buat gue sendiri !”

“ mbak ify, udah semua?” tanya mbok jum setelah menyelesaikan pekerjaan yang tadi di suruh ify.

“ iya mbok, makasih.”

“ mbok masak dulu ya?” ify ngangguk sambil duduk di kursi meja belajarnya. ” Kak, yang bisa main piano siapa? Kok di depan kamar tante rosa ada piano ?”

“ nyokap gue! Emang kenapa?”

“ nggak! boleh gue pake nggak?”

“ boleh, emang loe bisa main?”

“ ye..ngremehin gue mulu loe! Ya bisa lah, loe belom pernah denger gue pernah dapet d’best pianist?”

“ elo? D’best pianis?”
“ iya!” jawab ify jengkel.” Nggak percaya loe?”

“ kagak!”

“ gue botakin sekalian loe!”

” enak aja loe! Rambut keren gini mau loe botakin, gue cium sekalian loe !”

” ngarep loe?! Cium ni sandal gue!” saking jengkelnya ify lempar sandalnya yang berbentuk doraemon ke arah rio, tapi rio
berhasil menghindar.

” nggak kena! Wlee..”

BUG! Sendal yang sebelah lagi sukses mendarat di muka rio.

” makan tu sendal gue!”

” sialan loe!” rio lemparin lagi sandal tadi.

“ loe yang sialan!” ify lemparin lagi sandalnya. Akhirnya mereka berdua lempar-lemparan sandal.

” STOP!! Nggak bakal selese kalo kaya gini!” ify nggak lemperin lagi sandalnya dan dia simpen di bawah tempat tidur.

“ hhe..jadi loe yang suka main piano kalo malem-malem itu?” rio inget suara piano yang sering dia dengar, yang sebenernya rio jatuh cinta banget sama suara itu.

“ iya! Kenapa? Loe suka ya sama permainan gue?”

“ idih..gr banget loe! Kagak! Gangguin orang tidur mulu!”

“ rese loe! Pergi sono!”

“ aneh loe! rumah juga rumah gue! Ngapain loe ngusir gue?”

“ tapi kata tante rosa anggap saja rumah sendiri!”

“ curang loe bawa-bawa orang tua!”

“ bodo! Wlee..”

“ wlee..”

“ buruan keluar! Gue mau ganti baju.” Suruh ify sambil dorong pundak rio.

Hari senin pagi.

Pagi ini rio berangkat sama ify, naik mobil rio, ify yang nyetir.

Sma putra bangsa.

Satu sekolah gempar liat ketua osis yang tidak tertaklukan oleh cewe manapun berangkat bareng ify.

“ kak, gue ngeri.” Bisik ify ke rio.

“ kenapa?”

“ tu fans loe kaya pengen makan gue idup-idup.”

“ cuekin aja lagi!”

“ cuekin pala loe?! Gue duluan deh!” ify langsung lari ke kelasnya.

Hari ini ada upacara bendera yang udah dimulai beberapa menit yang lalu tapi alvin yang kesiangan bangun masih berdiri di depan gerbang sambil mengawasi keadaan, padahal rencananya hari ini dia mau melaksanakan hukuman jadi anak manis sebaik-baiknya, udah dandan rapi. Pak dipa udah berdiri di depan pintu masuk.

“ wah..alvin dilanda dilema! Gue mau langgar yang mana ni? Arrgghh...hukuman sialan! Gue
bolos atau gue njebol ni? Sama aja! Kalo gue bolos berarti pelanggaran yang memakan waktu panjang! Jebol aja lah !” Gumamnya pelan sambil melihat pagar belakang lapangan upacara, sambil mengendap-endap
alvin menuju pagar di belakang lapangan
upacara.

Di sana alvin udah buat jalan tikus untuk menghadapi situasi seperti ini, ada bagian pagar yang dia lubangi cukup buat jalan masuk satu orang, lubang itu tertutup semak, dulu begitu keluar dari situ langsung
masuk ke barisan kelasnya waktu dia kelas X, dan sekarang langsung masuk ke
barisan kelas ify dkk.

“ sialan! Gue lupa kalo gue belom buat yang baru, besok gue buat yang langsung tembus kelas gue.”

Umpat alvin sambil liatin lubang itu dan merencanakan sesuatu. Setelah itu alvin masuk lewat lubang itu dan mengendap masuk ke barisan.

Matahari yang bersinar terik pagi Ini mambuat keringat peserta upacara bercucuran. Kulit putih sivia yang baris di bagian tengah barisan dan menghadap ke timur udah berubah kaya kepiting rebus,
tangannya dari tadi sibuk melindungi matanya dari cahaya matahari yang bersinar
dengan semangat membara. Tiba-tiba sivia ngarasin kalau matanya bisa terbuka seperti biasa dan ada bayangan seseorang yang menghalangi matahari menyengat langsung ke kulitnya. Sivia angkat kepalanya.

“ kak alvin.” Kata sivia pelan, alvin berdiri di depan sivia dan dengan badannya yang tinggi dia lindungi sivia dari panas matahari, alvin
seolah nggak peduli dengan tatapan bertanya-tanya dari temen-temen sekelas sivia yang liat dia dengan enaknya masuk ke
barisan. Merasa dipanggil alvin menoleh terus
kembali.

Nggak tau kenapa sivia mulai nggak suka dan nggak nyaman sama semua perbuatan alvin yang emang bener-bener semaunya
sendiri. Selesai upacara sivia langsung pergi dari barisan tanpa nunggu yang lain dan tanpa mengucap apapun ke alvin.

Di kelas.

Ify, shilla, sama agni langsung datengin sivia buat konfirmasi soal kejadian tadi.

“ vi, tadi kak alvin so sweet banget deh.” Kata shilla.

“ so sweet apaan?!” jawab sivia sewot.

” loe kenapa vi?” tanya agni bingung.

“ gue udah berusaha percaya sama kata hati gue yang bilang kalo kak alvin itu baik, tapi ternyata hati gue salah! Gue benci sama kak
alvin! Apa bagusnya dia sampe pada tergila-gila ?” kata sivia menggebu-gebu, yang lain Cuma menempatkan diri sebagai
pendengar.

” apa okenya bikin onar setiap hari? Apa kerennya dandan urakan kaya dia? Gue juga bingung ada apa sama sekolah ini sampai masih mempertahankan orang kaya dia?
Ini sekolah bukan arena tawuran !”

” sabar vi!” nasehat ify sambil menepuk bahu sivia.

Pak jaya, guru sejarah mereka datang dan membubarkan pembicaraan mereka.

Jam istirahat.

Sivia, ify, shilla, dan agni mau ke kantin, mereka jalan lewat lapangan futsal, alvin lagi main sendiri di sana. Tiba-tiba bola yang ditendang alvin dengan kerasnya lewat tepat di sebelah wajah sivia, agni yang jalan dibelakangnya dengan sigap nangkep bola itu.

” siniin bola gue!” suruh alvin dengan nada otoritasnya. Nggak ada yang menyahut.

“ woe! Siniin bola gue!” suruh alvin sedikit membantak. Sivia liatin alvin dengan tatapan emosi, tangannya udah mengepal kuat.

“ loe semua denger gue nggak?” alvin udah mulai emosi. Dengan emosi yang udah nggak bisa dibendung, sivia saut bola dari tangan agni dan jalan ke arah alvin.

“ ini bola loe! Dan loe! Tuan alvin jonathan, bisa nggak loe nyuruh dengan SO-PAN ?” omel sivia sambil menunjuk muka alvin dan
menatap alvin dengan berani. Yang lain terperangah, sivia yang kalem bisa berubah kaya gini?

” heh! Siapa loe ngatur gue?”

“ gue bukan siapa-siapa! Gue Cuma orang yang akan buka mulut tentang kelakuan brandal loe !”

Lapangan udah mulai rame sama murid-murid yang liatin mereka. Baru kali ini ada orang yang berani “ menantang” alvin.

“ apa yang loe tau soal gue? Hah?” emosi alvin mulai naik.

” yang gue tau, loe nggak pantes buat dipuja banyak orang! Apa yang bisa dibanggain dari semua perbuatan loe? Apa yang bisa dikagumi dari penampilan urakan loe ?”

Denger kabar dari murid lain soal alvin, rio, cakka, sama gabriel langsung lari ke lapangan dan berharap sivia nggak mengucap
kata sakral yang bisa langsung membuat alvin ngamuk.

Di lapangan.

Sivia dan alvin saling bertatapan dengan sengitnya, tangan alvin udah mengepal keras menahan emosi.

“ tuan alvin jonathan, apa loe nggak mikir perasaan orang tua loe kalo mereka liat kelakuan loe ?”

JDERR..rio, cakka, dan gabriel langsung terparangah denger kata sakral itu disebut. Alvin udah bener-bener nggak bisa tahan
emosinya sekarang. Dengan mata yang penuh emosi alvin melangkah
mendekati sivia.

Nggak bisa dibohongi, liat mata alvin, ada katakutan yang muncul di hati sivia. Alvin mencengkram kuat pergelangan tangan kiri sivia dengan tangan kirinya.

” lepas!” sivia meronta sambil mencoba lepasin tangannya, tapi tangan alvin terlalu kuat. Alvin semakin merapatkan berdirinya.

Tangan kanannya melingkar dipinggang sivia dan menariknya, sekarang badan mereka berdua benar-benar melekat. Alvin menatap mata sivia dalam-dalam, sivia udah nggak tau apa yang harus dilakukan, pelukan alvin kuat banget. Tiba-tiba alvin memiringkan kepalanya, bibir merahnya mendarat di pipi sivia.

” haa..” celetukan terkejut muncul dari semua orang yang melihat kejadian ini, termasuk rio, cakka, gabriel, ify, agni, dan shilla.

Air mata sivia nggak bisa dibenung dan terjun bebas membasahi pipinya. Sampai dia sadar kalau kakinya bebas, kuat-kuat dia injak
kaki alvin. Karena kaget pegangannya di badan sivia lepas.

PLOK...tamparan sivia mendarat di pipi kanan alvin. Setelah itu dia lari sekuat mungkin menjauhi alvin. Alvin mau kejar sivia tapi keburu ditahan sama cakka dan gabriel.

” vin! Sadar loe!” bentak gabriel. alvin masih berusaha berontak.

” lepasin gua!”

“ nggak!”

” SIVIA..LOE PUNYA GUE SEKARANG!” teriak alvin. Sivia masih dengar jelas teriakan itu.

Akhirnya cakka sama gabriel narik paksa alvin ke kebun belakang sekolah. Rio ikutin mereka.

Kebun belakang sekolah.

” lepasin gua!” teriak alvin sambil meronta, mencoba bebasin dirinya dari jegalan cakka dan gabriel yang mulai kewalahan.

” vin! Sadar!” bentak cakka sambil mepetin alvin ke tembok.

PLOK...ramparan keras rio mendarat di pipi alvin.

” sory vin, gue terpaksa biar loe sadar.” kata rio. tamparan rio tadi mambuat alvin sadar dari emosinya, alvin tertunduk dan mulai tenang, mengatur nafasnya yang berantakan.

Rio tau, kalau alvin emosi, dia seperti orang kesurupan, nggak peduli siapa bakal kena
amukannya, apapun yang bakal kita bilang dan bentakan apapun nggak akan didengar dan diterima otaknya.

Mereka berempat Cuma diam ditempat, nggak ada yang bisa mereka ucapkan. Sivia lari ke ruang musik yang sepi kalau nggak ada pelajaran, dia diikuti sama ify, shilla, dan agni.

” vi..” panggil ify pelan. Spontan sivia langsung peluk ify. Dan sekarang nggak ada yang bisa mereka lakukan selain membiarkan sivia meluapkan semua emosinya.

Dan dengan sangat terpaksa mereka bolos pelajaran berikutnya.

Di kebun.

” gue nyesel.” kata alvin pelan. Rio, cakka, dan gabriel menoleh.” gue bener-bener nggak bisa kendaliin diri gue. ”

“ vin, gue ngerti.” Jawab rio palan sambil merangkul sahabatnya dari kecil itu.

“ tapi apa dia mau ngerti?”

“ vin, gue yakin dia bakal ngerti kalo loe jujur sama hati loe dan sama dia. ” Jawab gabriel sambil menepuk pundak alvin.

“ apa yang mesthi gue lakuin sekarang?”

” maaf! Loe harus bisa minta maaf sama dia dan satu lagi, berdamailah sama hati loe vin!” cakka menjawab pertanyaan alvin
sehalus mungkin.

” hmm...loe bertiga ketularan virus gue!”

“ apaan?”

“ nggak sadar sekarang kalian lagi bolos?”

“ o iya! Sekarang ada ulangan bu winda!” gabriel menepuk keningnya.

“ besok juga jadi! Cabut sekalian aja yok!” ajak cakka.

” sesat loe! Tapi sekali-kali nggak papa juga sih!” rio setuju.

” ye..yang jelek cukup nama gue aja kali! Jangan d’orions!” cegah alvin.

” nggak papa kali! Nggak seru kalo idup terus ikutin aturan.” jawab rio.

” gue lagi dalam masa hukuman jadi anak baik!”

” dari pagi loe udah langgar! Nerobos pager tadi pagi, terus loe bikin hara-huru sama sivia! Mulai besok aja !” jawab cakka.

” iya juga sih! Ini pertama kalinya gue glanggar hukuman!”

” hha..tas kita gimana?” tanya cakka.

” gampang! Bentar gue sms kiki dulu.” Alvin mengetik sesuatu di hpnya.

To: kiki

Bro, lemparin tas gue, cakka, iel, sama rio!

” sip! Loe bertiga tunggu sini dulu!” perintah alvin terus pergi.

Nggak lama dia balik bawa 4 tas.

” ni! Buruan!”

Mereka berempat pergi keliling kota tanpa tujuan yang jelas naik mobil alvin.

Smp nusantara jaya.

Ray, deva, ozy, olivia, dan acha yang tergabung dalam kelompok belajar yang sama sedang berkumpul untuk menentukan
kelanjutan nasip kelompok mereka.

” kita mau belajar dimana?” olivia memulai musyawarah.

” rumah loe aja!” jawab ozy.

” rumah gue ada kak cakka, rada sedeng! Gangguin mulu! Kalo main gitar suara bom bali juga kalah keras !”

“ rumah loe cha?” tanya deva.

“ lagi di renovasi.”

“ loe zy?”

“ jangan deh! Tar gue nggak punya alasan main!”

“ rumah loe aja gimana dev?”

“ tar loe semua kelaparan kalo di rumah gue!”

1 detik..2 detik..3 detik..semua mata tertuju pada ray.

“ apa loe semua?” tanya ray nggak ngerti.

“ pokoknya di rumah loe!” jawab yang lain.

“ ogah!”

“ IYA!”

“ lagian di rumah loe ada kak rio yang bisa ngajarin kita!” tambah ozy.

“ ada kak ify yang buatin kita makanan!” tambah deva.

” enak lagi!” kata olivia.

” ya udah! Kapan?”

” hari rabu sama jumat!” jawab olivia.

” hmm..”

Setelah rembukan selesai mereka tenggelam di kesibukan masing-masing.

Sepulang sekolah.

Ify nunggu rio diparkiran, sekolah udah hampir sepi tapi rio belum juga kliatan.

” mana sih ni orang? Nggak tau orang lagi bt kali?” gerutu ify sambil mainin i-phonenya.

1 messege.

From: 087838453400 (nope pengarang! Mari berkawan! Hhe..)

Py, loe balik aja!
Gue cabut.

* Mario_ganteng
-

To: mario_rese

I-F-Y! F-F-F!!
Narsis loe!
Pengen muntah gue!
Oke, mario stepano.
-

From: mario_rese

Loe kan orang bandung! I-P-Y.!
Gue nggak narsis! Gue jujur!

Nb: BENSIN GUE JANGAN LOE
ABISIN!
-

To: mario_rese

Bodo! Yang nyetir gue!
-

From: mario_rese

Awas loe!

Ify putusin nggak bales sms dan langsung pulang.

Malam harinya di rumah rio.

Jam sudah menunjukan pukul 18.30 wib, rio dari tadi belum pulang. Ify masih asik nonton tv sambil pegang buku ekonomi, tadi niatnya mau dibaca tapi gara-gara susah nggak jadi dibaca.

“ gue pulang..” kata rio sambil buka pintu.

“ kemana aja loe jam segini baru pulang? Mana udah awut-awutan gitu ?” tanya ify tanpa mengalihkan perhatiannya dari tv.

” mau tau aja loe!”

” aturan loe nggak usah pulang sekalian! Biar idup gue tentram.” kata ify sinis.

” tar loe rindu setengah mati kalo gue nggak ada.” jawab rio sambil duduk.

” idih..amit-amit! Nggak bakal!”

“ halah..jangan bohong loe!” goda rio sambil naik turunin alisnya.

“ ngomong ni sama buku!” ify langsung templokin bukunya ke muka rio.

“ aduh fy..muka ganteng gue tar lecet! Idung gue tambah pesek!”

“ dari lahir!”

“ ah elah fy! Jutek amat loe?”

“ bodo! Loe rese!”

” sivia gimana fy?”

” ya tadi dia masih shock! Ternyata yang gila bukan Cuma loe ya kak? Seenak udelnya aja tu kak alvin nyosor anak orang. ”

“ dia berani-beraninya ganggu macan tidur! Alvin kalo udah kalap susah dikendaliin, anak satu geng aja bisa abis sama dia !”

” tapi tadi kak alvin main nyosor gitu aja, bukan main kekerasaan, dia kira via cewe apaan ?”

” mau gue jelasin kaya apa juga pasti otak loe nggak nyampe.”

” jadi loe mau bilang kalo gue bego?”

” pinter! 100 buat loe.”

” rese..rese..rese...” ify mencak-mencak sambil pukulin rio pake bantal.

“ fy, tangan gue!” kata rio sambil menghindar dan mengamankan tangan kirinya dari serangan ify.

“ gue tidur dulu, ngantuk!” kata ify sambil lemparin bantalnya ke rio terus naik ke lantai dua.

“ fy, loe besok bangun pagi! Loe bikin sarapan buat gue, loe sama ray, mbok jum anaknya sakit. ”

“ buat aja sendiri! Wlee..” jawab ify nyolot.

Keesokan paginya.

Ify bangun karena mendengar bunyi alarmnya, yang udah di set jam 05.30. setelah itu ify siap-siap, selesai siap-siap ify langsung ke dapur.

Di dapur.

Ify siapin bahan-bahan bikin sarapan.

“ em..omelette aja deh!” katanya sambil siapin telur.

Ify langsung masak, nggak tau kenapa hari ini jadi semangat buat ngapa-ngapin.

Baby..baby..baby..oh..

Ify masak sambil nyanyi-nyanyi.

” ciah..happy banget loe hari ini fy?” tanya rio sambil deketin ify.

” loe itu bawelnya nggak ketulungan ya kak? Gue jutek salah, gue diem loe gangguin mulu,
gue happy loe malah heran ?”

” dasar loe! Masak apaan fy? Enak banget baunya.”

“ oh iya dong! Gue masak omelette.”

“ nggak bakal ngracunin gue lagi kan?”

“ nggak! Dijamin! Kali ini gue buatnya iklas lahir batin!” jawab ify sambil taro hasil makanannya di piring terus dia bawa ke meja
makan.

“ fy..”

“ hmm..”

“ pakein dasi gue dong! Ribet ni! Susah Cuma pake tangan satu.” Suruh rio sambil tarik dasi yang udah dikalungin di lehernya terus
dikasih ke ify.

“ hhe..gue nggak bisa pake dasi.”

“ ya ampun! Masak cewe nggak bisa pakein dasi?”

“ udang-udang mana lagi yang loe buat? Emang ada aturannya kalo cewe harus bisa pakein dasi ?” ify balik nyolot.

“ ya, elo itu nanti tugasnya pakein dasi ke suami elo!”

“ ye..kalo dia bisa pake sendiri ngapain nyuruh?”

“ ggr..susah ngomong sama loe! Pokoknya loe harus belajar pakein dasi !”

“ ogah!”

“ gue bilang harus!”

“ gue bilang ogah!”

“ harus!”

“ ogah!”

“ HARUS!”

“ OGAH!”

“ mau gue bongkar dari temen-temen loe apa satu sekolah langsung ?”

“ emmhhh..iya! basok gue udah bisa pakein loe dasi!”

“ bagus!”

“ ngrusak mood gue aja loe!”

“ RAY...” teriak rio.

“ IYA KAK..” jawab ray sambil lari turun tangga.

“ pakein dasi gue!” suruh rio sambil ulurin dasinya.

“ hhemh..napa nggak nyuruh kak ify?”

“ dia nggak bisa.”

“ nggak kompeten amat loe jadi cewe kak!” komentar ray sambil pakein dasi.

“ penting banget sih? Dasi doang ini, makan yuk!”

Mereka bertiga sarapan.

” ini nggak beracun kan kak?” tanya ray.

” aduh gocap..nggak percaya banget sama ify yang cantik ini sih ?”

” tar asin kaya kemaren? Eh, gocap apaan kak?”

” gondrong cakep, hhe..”

” makasih kakak ify cantik!”

“ cuih..” sela rio.

“ yang jelek sirik..” sindir ify.

“ loe berdua mau gombal-gombalan apa mau makan?” rio mengalihkan topik.

“ eh, bener kak! Yang jelek sirik!” jawab ray.

Tanpa menanggapi ray, rio langsung makan.

’mantabh..’ pikirnya setelah merasakan masakan ify.

” kak ify...” kata ray histeris. Ify yang udah mau nyuap nggak jadi.

” apaan?”

” omelette loe mak nyus! Top markotop! I love you!” puji ray lebay.

“ pasti dong! Ify gitu loh.” Rio malah makan dengan lahapnya.

“ ya ampun kak! Loe berapa tahun nggak makan? Kuliisme banget loe makan ?” tanya ify heran. Rio nggak jawab.

” selamat kak!” ray malah mengulurkan tangannya ke ify.

” apaan lagi ini?” ify yang nggak ngerti tapi tetep jabat tangan ray.

” kak rio itu paling susah disuruh makan! Ini dia makan lahap banget! Cuma elo yang bisa!” jawab ray. Rio Cuma nyengir.

Mereka bertiga lanjutin makan tanpa ngobrol.

> bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar