Minggu, 31 Juli 2011

Pembantu Baruku part 17 (re-post)

"Hoam.." ify menguap begitu bangun dari tidurnya.

"Eh, udah bangun loe fy?? Baru aja mau gu bangunin.." kata rio yg baru masuk kamar.

"Loh?? Rio?? Kenapa lo bisa ada di kamar gue?? Pake seragam lengkap lagi. Bukannya semalam loe demam tinggi ya??" tanya ify kaget liat rio.

"Peratiin dulu fy, ini kamar gue!! Loe nggak inget semalam nginep di sini??" kata rio. Ify melihat sekeliling ruangan.

"Iya, bener, ini kamar loe.. Tapi??" jawab ify kmudian dan heran lagi.

"Tapi apa?? Tpi knapa loe bisa nginep di rumah gue??" tanya rio. Ify mengangguk.

"Loe kmaren ketiduran fy wktu nungguin gue. Karna kasian, jadilah gue biarin loe tetep tidur. Dan nggak mungkin kan loe tidur smbil duduk gitu. Jadi gue ngalah deh, biarin lo tidur di kamar gue, tpi tenang, gue ngungsi ke kamar ozy kok." jelas rio. Ify meng-oo-kan mulutnya.

"Loe yg ngangkat gue yo??" tanya ify kemudian.

"Di bantuin ozy. Gue kan lgi lemes semalam." jawab rio sngkat.

"Nah trus sekarang, loe mau sekolah?? Dlam keadaan sakit gitu??" tanya ify lagi.

"Iya. Gue udah sehat kok fy, nggak lemes lagi. Nih liat muka gue, nggak pucet kan??" jawab dan tanya rio. Ify mengangguk.

"Nah, loe mandi sekarang, trus kerja kaya biasa. Nih seragam sama tas loe. Bukunya udah lengkap, sopir loe yg ngantrin semalem. Gue juga udah bilang sama nyokap loe." kata rio sambil naro kantong kertas berisi seragam ify dan ransel ify di atas meja belajarnya.

"O,iya fy. Loe kasih tau nyokap loe ya klo loe kerja di sini??" tanya rio.

"Iya, klo nggak mana mungkin gue bisa pergi pagi pulang malem, bolak-balik dari umah loe kaya gini. Untung aja nyokap gue ngasih ijin, malahan dia seneng tuh gue kerja. Biar mandiri gitu katanya." jawab ify dan manyun ingat perkataan mamanya wktu ify minta ijin.

"Bagus deh, artinya loe di puji nyokap kan?? Makasih loe sama gue." komentar rio.

"Nggak perlu. udah sana yo keluar, gue mau mandi nih.." kata ify sambil ngusir rio.

"Oke deh.. gue bangunin ozy dulu." kata rio sambil keluar.

Setelah rio keluar, ify mengambil kanong kertas yang berisi seagamnya. Tapi tiba-tiba aja pintu kamar rio ada yang buka lagi.

"Rio!! Masuk seenaknya aja!!" kata ify setengah teriak.

"Hehehe... Misi fy. Gue nganterin handuk nih. Udah ya.. Kunci pintunya fy, kali aja ntar gue buka pitu mndadak lagi." kata rio smbil senyum-senyum nggak jelas di kalimat terakhirnya.

"Rese loe! But, thanks handuknya." kata ify sambil ngunci pintu. Nggak tau rio dengar ato enggak.

****

"Yo, mau sarapan apa nih sekarang??" tanya ify sambil mak celemeknya.

"Serah loe deh fy." jawab rio singkat.

"Klo gitu, sarapan roti tawar aja deh ya. Sebenernya gue males masak klo pagi gini." kata ify.

"Yah.. Kok roti doang sih.." protes rio.

"Kan terserah gue" jawab ify singkat sambil ngambil persediaan roti tawarnya.

"Whatever deh.." kata rio lalu melesat ke atas entah mau ngapain.

Akhirnya dengan cueknya ify mula siapin roti tawar dngan selai kesukaan masing-masing buat sarapan mereka.

****

"Fy.." panggil rio.

"Emmm..." jawab fy yg lagi sibuk make sepatunya.

"Eng...nggak jadi deh.." kata rio. Ify mengerutkan keningnya lalu menatap rio heran.

"Apaan sih yo?? Kok nggak jadi??" tanya ify heran.

"Enggak jadi deh fy. Nggak penting juga..Hehehe" jawab rio smbil cengengesan. Ify akhirnya konsen lagi iket tali sepatunya. Sebenernya rio mau minta obat sakit kepala lagi. Tapi nggak jdi, takut ify khawatir lgi trus cerewet larang-larang rio ke sekolah. Akhirnya rio milih diam sambil nahan sakit kepalanya. Walau pun nggak sesakit kemaren, tapi tetep aja sakit.

"Yuk, cabut.." kata ify setelah beres dengan sepatunya, lalu brjalan ke mobilnya diikuti oleh rio yg ngekor di belakang ify.

Sewaktu ify baru mau buka pintu mobilnya, tiba-tiba sebuah mobil honda jazz bewarna pink pucat berhenti di depan pagar rumah rio dan membunyikan klaksonnya.

"Siapa sih?? Dari tadi nggak jadi-jadi berangkat deh perasaan" kata ozy yg udah berisik di jok belakang.

"Pagi semua.." sapa shilla ceria sambil memasuki halaman rumah rio. seketika air muka 3 orang anak manusia yg disapanya itu lngsung berubah.

"Pagi shill.." jawab ify sambil tersenyum ramah. Sementara riozy sama sekali nggak menanggapi sapaan shilla.

"Udah mau berangkat ya?? untung aku nggak telat. Aku berencana ngajak rio berangkat bareng sih.." kata shilla sambil senyum.

"Yuk yo, berangkat sama aku.." kata shilla sambil narik tangan kanan rio. Rio langsung menghentakkan tangannya agar shilla melepas genggamannya.

"Loe nggak bisa seenaknya dong shill. Gue kan udah mau bareng ify n ozy. Loe beangkat sndiri aja sana." usir rio.

"Tapi yo, aku kan mau bareng kamu. Lagian aku baru masuk sekarang yo, blom terlalu hafal sama sekolah kita.." kata shilla dengan wajah melas.

"Cari teman yg lain aja sono!!" usir rio lagi.

"Udah yo, bareng shilla aja. Dia kan baru yo, ntar nyasar kemana-mana lagi." suruh ify walau sbenarnya ify nggak rela rio berngkat bareng shilla.

"Dia udah gede ah fy. Nggak perlu di temenin" bantah rio. Tapi ify tetep keukeuh nyuruh rio. Akhirnya karna ify yg minta, rio menurutinya. Dengan sangat terpaksa, rio harus berangkat bareng cewek sialan yg dibencinya itu.

"Kak ify, loe yakin??" tanya ozy.

"Zy, pindah kedepan ya. Gue bukan sopir loe" suruh ify sambil memaksakan senyumnya. Ozy nurut.

"Kak, gue tau loe nggak rela kan nyuruh-nyuruh kak rio kaya tadi?" kata ozy.

"Iya. Tapi apa hak gue sih zy buat tetep maksa rio berangkat bareng gue. Toh gue bukan siapa-siapa nya dia." jawab ify sambil tersenyum kecil.

"Lalu apa hak loe maksa kak rio buat prgi bareng shilla sementara dia maunya sama loe??" tanya ozy lagi.

"Karna menurut gue shilla lebih butuh rio. Lagian mereka dulu kan pacaran. Dan nggak pernah ada kata-kata putus diantara mereka. Jadi wajar dong klo mereka bereng." jawab ify lemah. Sekuat mungkin ify melawan rasa cemburunya.

"Kak, gue bilang sama loe ya. Mereka pacaran itu cuma masa lalu. Dan sekarang kak rio pun udah nggak punya rasa apa-apa lagi sama shilla kecuali rasa bencinya. Loe nggak dipaksa si shilla jelek itu kan buat nyatuin dia sama kak rio lagi??" jelas dan tanya ozy.

"Enggak kok zy. Udah ah.. Nggak pnting juga di bahas." kata ify singkat, nggak suka sama arah pembicaraannya dengan ozy saat ini. Lalu ify kembali konsen nyetir.

"Gue tau kak, klo loe nggak rela. Loe sayangkan sama kakak gue?? Loe nggak bisa bohongin perasaan loe sendiri." kata ozy. Ify hanya tersenyum kecil tanpa menoleh ke arah ozy. Ozy bisa liat raut kesedihan di wajah ify. Dan ozy tau ify bener-bener nggak rela, bisa di lihat dari tangan ify yg memengang keras stir mobilnya.

****

"Loh fy?? Sendiri aja?? Rio mana??" tanya via waktu liat ify datang sendiri. Ify menggeleng kecil.

"Rio berangkat bareng shilla." jawab ify lirih. Via yang tau maksud ify hanya bisa tersenyum kecil, seolah-olah menyemangati sahabatnya itu agar bersabar.

"Ke kelas yuk fy. Ceritanya di kelas aja, bareng zahra n agni." kata via sambil gandeng ify agar gads itu mengikutinya.

Kelas XII IPA 3...

"Pagi.. Tumben kalian bareng??" sapa zahra.

"Tadi ketemu di tangga waktu mau naik" jawab via. Ify disebelahnya diam.
"Fy, kok nggak semangat gitu?? Ada masalah sama rio ya??" tanya agni. Entah kenapa dengar nama rio, hati ify jadi sakit sendiri. Tak terasa air mata yg dari tadi di tahannya pun jatuh perlahan.

"Aduh ify... Loe knapa?? Gue salah ngomong ya barusan??" tanya agni cemas. via memberikan isyarat pada agni utk diam dan mengelus pundak ify, membiaran ify menangis. Ify emang nggak bisa di paksa buat ceritain masalahnya. Lebih baik biarin ify nyurahin perasaannya sendiri. Menangis adalah cara ify. Dan sahabat-sahabatnya hanya bisa menunggu sampai ify mau cerita.

"Via.." panggil ify setelah capek nangis mulu.

"Ya fy??" jawab via lembut. Tapi ify nggak jawab. Dia diam sambil natap lurus ke depan.

"Fy klo loe blom mau cerita, gue nggak maksa kok" kata via sambil senyum dan kembali fokus ke novel yg di bacanya. Sementara zahra dan agni di depan asik ngobrol sama gita dan nova di belakang mereka.

"Kenapa ya fy?? Gue tau mereka cuma masa lalu. Dan gue tau dia udah lupain dan benci sama masa lalunya itu. Tapi kenapa rasanya tetap sesakit ini ya?? Malahan gue maksa dia buat balik lagi sama masa lalunya itu. Padahal gue bener-bener nggak rela. Knapa gue bisa nyuruh-nyuruh dia kaya tadi pagi ya padahal sebenernya gue nggak mau. Kenapa gue nggak bisa jujur dan coba egois sama perasaan gue sendiri ya vi??" kata ify sembil terus menatap lurus kedepan.

Via tersenyum. Dia tau yang dimaksud ify adalah rio.

"Karna loe terlalu baik fy. Nggak salah kok klo loe egois dikit sama perasaan loe. Loe harus jujur sama perasaan loe sendiri. Gue nggak tau yang loe maksud masa lalu rio itu apa. Tapi menurut gue, klo emang rio udah lupain masa lalunya itu. Loe nggak bisa maksa rio buat balik lagi dan lukain perasaan loe sendiri. Terserah rio dia mau milih masa lalunya itu atau yang sekarang yg lagi dia jalanin. Dan loe cuma bisa nerima apa yg dipilih rio nanti." kata via.

"Gue tau vi. Tapi nggak tau kenapa gue nggak bisa. Setiap kali gue liat shilla manja-manja ke rio, dan setiap
kali gue liat raut wajahnya yg penuh harap sama rio, gue jadi nggak tega. Dan tau-tau aja gue udah maksa rio buat ikutin maunya shilla kaya tadi pagi." kata ify. Sekerang dia udah noleh ke arah via.

"Emangnya si shilla sama rio punya hubungan apa sih??" tanya via heran.

"Mereka dulu pacaran, baru 2 hari doang shilla pindah, tapi dia nggak pamit ke rio. Makanya sampai skarang rio benci sama shilla." jelas ify singkat.

"Nah.. Itukan jelas. Dia aja pergi nggak pamit gitu, nggak setia tu orang fy." kata via.

"Tapi dia nggak pamit kan karna nggak bisa vi. Dia pindah juga bukan maunya dia." kata ify. Via menatap ify heran.

"Kok loe jadi belain si shilla itu sih?? Loe di sogok apa sama dia?? Pasti tu orang minta loe sambil nangis-nangis supaya bantu mereka balikan lagi, ya kan?? Trus karna loe nggak tega, loe mau aja. Ify...jadi orang jangan terlalu baik deh.. Elonya yang sakit ntar fy.." kata via yg udah kesel sama orang yg namanya shilla itu.

"Enggak. Dia nggak pernah maksa gue kok vi. Tapi gue aja yg kasian liatnya." jawab ify.

"Tau ah fy. Mnurut gue ya.. Loe itu terlalu baik, terlalu kasian sama orang. Jadi loe nggak mikirin perasaan loe sendiri. Jadi saran gue, loe harus mikirin perasaan loe dulu. Nggak papa loe ngalah dikit sama si shilla itu. Tapi jangan sampai bikin nangis-nangis kaya tadi. Dan jangan sampai karna loe yang selalu ngalah, si shilla itu jadi ngelunjak. Gue nggak suka liat lo mewek trus." kata via yg tiba-tiba aja emosi. Ify hanya mengangguk. Sivia emang paling nggak suka klo udah liat orang mewek nggak jelas kkaya ify tadi. Awalnya aja dia yg nenangin. Abis itu, klo udah di ceritain masalahnya pasti dianya yg emosi sendiri Tapi ify dan temennya yg lain tetep suk curhat ke sivia, karna entah karna apa, klo udah cerita sama sivia, bisa tenang
sendiri walau pun masalah sebenarnya blom selesai. Jadi adem sendiri. Mungkin karna sivia selalu jadi pendengar yg baik, coba kasih saran terbaiknya, dan dia yg punya cara sendiri bikin temennya merasa tenang.

"Ify!! Syukurlah... Ternyata elo udah nyampe.."kata rio yg nggak tau datang dari mana sekarang udah berdiri disamping meja ify.

"Ify.. Loe kmana aja sih?? Gue khawatir tau.. Kok nggak bilang-bilang udah nyamp sekolah??" kata rio nggak jelas.

Ify bingung, apalagi sivia. Zahra n agni yg tadi asik ber4 sama gita n nova sekarang cengo ke arah rio.

"Maksud loe apaan sih yo??" tanya ify bingung.

"Heu...hebat ya elo bikin gue pusing. Gue kan tadi nggak berngkat bareng loe fy. Waktu nyampe sekolah, mobil loe blom ada. Jadilah gue tungguin loe di depan kelas gue. Tapi elonya nggak keliatan. Gue telpon, HP loe nggak aktif. Si ozy juga sama, kan gue pikir loe knapa-napa gitu di jalan. Nggak taunya loe udah PeWe duduk di sini dari tadi nggak tau gue udah ribet sendiri mikirin elo fy.." jelas rio panjang lebar yg sukses bikin ify, sivia, zahra, n agni ketawa.

"Rio... Gue udah nyampe dari tadi. Dan tunggu, HP gue aktif kok.." kata ify lalu merogoh HPnya yg ternyata..

"Hehehe... Low bat yo..." kata ify cengengesan. Rio nonyor bahu ify gemes.

"Bikin gue sport jantung aja loe fy.. Mana adek gue sama loe lagi." kata rio. Ify balas pake nyengir. Dia seneng rio khawatirin dia.

"Rio..rio.. Segitunya banget sih loe sama ify.. Ngiri deh gue.." kata agni. Rio cuman garuk-garuk kepala.

"Ya iya lah gue khawatir. Ify gitu loh yg ilang. Plus adek gue. Klo so shilla itu yg ilang, baru gue ketawa-ketawa bahagia aja." kata rio dalam hati.

"Eh yo. Kok pucet sih??" tanya zahra.

"Masa sih ra?? Baik-baik aja kok gue.." jawab rio enteng. Kepalanya masih nyut-nyutan sih.

"Yo, loe boongin gue ya?? Katanya udah sembuh.." tanya ify.

"Beneran kok fy. Klo gue sakit mana mungkin gue bisa jalan tadi muter ke parkiran trus ke atas lagi, trus muter kantin, baru ke kelas loe." kata rio yg sukses bikin ify nganga.

"Ngapain loe maraton di sekolah yo??" tanya sivia heran.

"Ya nyariin temen loe yg satu ini lah. Udah niat masuk gedung smp tuh gue tadi. Untung gue inget blom nyari ke kelas loe." jawab rio. Ify menghela nafas. Nggak tau harus seneng karna rio mau repot-repot karna dia, ato kesel karna rio yg bego bnget keliling sekolah, pdahal baru sembuh tadi pagi. Ify lalu memeriksa kening rio. Lalu geleng-geleng.

"Rio bego!! Loe demam lagi yo.. Nyari susah gue aja loe. Panas lagi tuh badan loe. Ampun dah ni anak satu. Loe kan baru sembuh.." kata ify pake seperempat toa, alias suara agak kenceng.

"Masa sih fy??" kata rio lalu ikutan meriksa keningnya.

"Loh?? Kok bisa panas?? Gue seger gini kok. Kepala gue agak sakit sih. Tapi masa sakit lagi sih??" kata rio nggak jelas.

"Udah, loe sakit yo. Sekarang istirahat di UKS aja ya.. Loe mulai ngaco tuh ngomongnya. Yuk, gue anter." kata ify yg rada kesel karna rio mendadak bego gini.

"Nggak ah fy. Gue ke kelas aja. Di UKS sepi." tolak rio.

"UKS aja.. Ntar gue yg repot klo loe tambh sakit. Gue capek begadang lagi ngompresin loe yo.." kata ify maksa.

"Janji deh, klo gue demam tinggi lagi nggak usah di kompres. Diemin aja.." kata rio sambil membentuk huruf V dngan jari telunjuk dan tengahnya.

"Yo, UKS aja deh. Mulai gila loe kayanya. Gue takutnya ada yg salah sama otak loe." kata agni.

"Iya yo.. Loe nyadar nggak sih klo loe mulai nggak jelas gitu ngomongnya.." zahra ikutan.

"Jelas kok. Nih, jelas kan gue ngomong apa??" kaa rio.

"UKS ayo!!" kata ify kesel sambil narik rio.

"Ah.....nggak mau.. Sepi fy.." kata rio sambil meronta-ronta.

"Gue temenin. Ayo cepet!!" jawab ify tegas. Rio akhirnya nurut karna ify mau nmenin.

"Ah...rio... Ternyata kmu disini. Ayo yo, kmu udah dapet ijin nggak ikut pelajaran karna harus anterin aku keliling skolah. Ternyata kmu ketos ya di sini." kata shilla tiba-tiba datang dan langsung narik rio. Sivia, zahra, n agni mengernyitkan alisnya heran.

"Eh shill, lepas!! Sejak kapan di sekolah ini ada tradisi ngajak anak baru keliling di jam plajaran?? Biasanya juga pas istirahat doang. Dan itu pun nggak harus sama pngurus osis." kata rio protes sambil melepas kn tangannya dari shilla.

"Aku yg minta ijin tadi. Dan katanya boleh. Ayo yo.." kata shilla lalu narik rio lagi.

"Eh, gue nggak mau ya... Loe ajak aja yg lain. Ko!! Riko!!" tolak rio lalu memanggil riko yg lagi berdiri di depan kelasnya.

"Apaan yo??" tanya riko.

"Anterin dia keliling sekolah ya.. Udah dapet ijin kok. Oke??" kata rio ke riko. Riko melihat shilla dulu, lalu menunjukkan jempolnya ke rio.

"Siap bos." kata riko kemudian.

"Shill, sama dia aja ya. baik kok anaknya. Osis juga." kata rio lalu dorong shilla menjauh.

"Tapi aku kan maunya sama kamu yo.." kata shilla manja.

"Udah bareng dia aja. Gue males sama loe. Sana pergi!" usir rio.

"Tapi yo.." kata shilla tapi keburu dipotong ify.

"Sama dia aja ya shill. Rio ada urusan sama gue. Penting. Masalah sekolah. Nggak papa kan??" potong ify. Lama-lama kesel juga dia sama shilla, karna ingat curhatannya sama sivia barusan. Sivia yg di dalam kelas, trsenyum senang.

"Bye shill" kata ify lalu narik rio menjauh. Shilla hanya menghentakkan kaki pelan.

"Yuk jalan. Knalin gue riko" kata riko.

"Shilla" jawab shilla yg masih kesel lalu jalan mengikuti riko.

"Tumben fy loe nggak maksa gue ngikutin kemauan tu anak nyebelin" kata rio yg terus jalan bareng ify ke UKS.

"Lama-lama kesel juga gue. Lagian dia nggak nyadar apa klo loe pucet gitu. Masih aja di ajak jalan." jawab ify.

"Mana nyadar dia. Tu anak emang manja dari dulu. Heran jga gue kenapa bisa naksir dia dulu. Tapi, thanks ya. Bersyukur bnget gue bisa kabur dari si shilla nyblin itu." kata rio. ify membalas dengan senyuman kecil.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar