Minggu, 31 Juli 2011

Cuma Gue yang Bisa part 7 (re-post)

Part 7: Ada Apa dengan Ify dan Debo?

Rio sedang bermain gitar dengan asal-asalan di balkon kamarnya. Nyanyinya juga asal-asalan, nada kemana, nyanyi kemana, tapi teteeepp..suaranya nampol *PLAAK*. Tapi entah kenapa, pikirannya saat ini tertuju pada Ify. Sekali lagi IFY. Ketika Rio sadar bahwa sedari tadi dia selalu mikirin Ify terus, kepalanya langsung dipukul-pukul.

"Ngapain sih lu, Yo! Mikirin anak sarap kayak gituu!!!" Gerutu Rio.

Tiba-tiba handphone Rio berbunyi..Rio mengambil handphonenya yang ditaruh di meja belajar. Rio terbelalak melihat pesan yang masuk ke hapenya.

From: 0856 9305XXXX

Hai..Ganteeeng!!^^

"Buset! Siapa nih yang ngirim sms kayak gini!?" Seru Rio. Rio memutar-mutar otaknya, berpikir siapa yang ngirim sms kayak gitu. Memang banyak cewek-cewek yang mengirim pesan ke handphone Rio hampir setiap hari, tapi baru kali ini ada pesan yang sangat agresif seperti itu.

"Pasti ini nomornya Ify!?" Seru Rio. Rio mengetik sms dengan cepat dengan sangat nafsu.

To: Ify gila

Heh!! Ini nomor lu ya, Fy!
Ngapain lu sms guee??

Tak sampai 2 menit, balasan dari Ify datang..

From: Ify gila

Heheeee..kok lo tau sih ni nomor gue?? Jangan2 dulu lo nanya2 ke Via minta nope gue yaaa?heheee..

Rio bergidik ngeri, kemudian Rio membalas lagi..

To: Ify gila

Buset daah ni anak satuu! Lo tuh kege-eran banget siih!! Yang bakal ngirim SMS sedeng kayak gitu cuma lo doang pelakunya!!

Kemudian balasan datang dari Ify..

From: Ify gila

Ehh, besok ngajarin gue kaaan??

Rio pun membalas sms Ify..

To: Ify gila

Tapi gue sparing dulu sama SMA Tunas Pusaka,

Balasan dari Ify datang..

From: Ify gila

Sparing dulu? Asiiiikk..gue sama RISE bakal nonton sparing loo!
Gue mau jarkom anak-anaknya dulu yaa!! Dadaaah, Kak Riooo..mimpiin gue yaaa!!^^

To: Ify gila

Idiih alaaah, gak bakal guaa mimpiin loo!

"Mampus dah besok! Kelompok cewek-cewek gak waras itu bakal nonton sparing guee! Aduuh!!" Decak Rio.

"Berdoa aja deh guee!" Pasrah Rio.

***

"Kenapa lagi sih lo, Yo? Setrika dirumah lo rusak lagi?" Tanya Cakka sambil memakan gorengan ngutang di penjaga kantin.

"Nggak, setrika dirumah gue kan dicolong lo,Cak. Gara-gara dirumah lo, lo gak boleh pake setrika soalnya langsung rusak, makanya lo nyolong setrika rumah guee!" Seru Rio.

"Bener-bener lu, Yo! Nyari masalah ama guee!!" Kata Cakka sambil nyomot Chitato Rio.

"Anjrit lu, Cak! Nyari ribut sih nyari ribut! Tapi jangan nyomot Chitato gue!!" Seru Rio sambil memegang Chitatonya.

"Woii! Ni kantiin! Bukan area Smack Down!!" Lerai Gabriel. Tapi Rio sama Cakka tetep ngelanjutin main nyolot-nyolotan.

"Vin, jangan cengok kayak gitu dong!! Bantuiin guee misahin nih dua orang gila!!!" Seru Gabriel. Tapi Alvin tetap mengacuhkan omongan Gabriel yang sedari tadi berkicau-kicau kayak burung beo. Matanya terpaku kearah seorang gadis yang sedang memesan mie goreng bersama temannya.

Alvin memegang kamera analognya yang daritadi berada di sampingnya, Alvin bersiap-siap memencet tombol shutternya dan..

JEPREET!

Alvin mengambil foto gadis tersebut tanpa ketahuan. Alvin tersenyum memandang foto yang ia ambil. Alvin tak sadar jika Gabriel, Cakka, dan Rio sudah berada dibelakang Alvin sambil melirik kamera Alvin.

"Ketauan lo yaaa!!!" Seru mereka semua. Alvin hampir jatuh dari kursinya, dan kemudian ia mengelus dadanya.

"Kampret lo bertigaaa!! Kalo gue mati disini gimanaa!!?" Teriak Alvin.

"Yaaah, gue sujud syukur, Vin. Saingan gue berkurang hehee.." celetuk Cakka. Tiba-tiba kepala Cakka dijitak oleh Gabriel dan Rio.

"Paan sih lo berduaaa!?" Ringis Cakka sambil memegang kepalanya.

"Ketauan lo, yaa motoin Siviaa..asiiik daah.." Goda Gabriel. Alvin jadi salting.

"Apaan sih!?" Seru Alvin. Rio, Cakka, dan Alvin duduk di depan Alvin.

"Lo suka Sivia, yaaa??" Selidik Rio. Alvin terdiam. Tiba-tiba muka Gabriel, Rio, dan Cakka semakin maju kearah Alvin.

"Lo bertiga udah kayak mau nyerang guee tau gak! Singkirin tuh muka minyakan lo pada dari depan guee!!" Kata Alvin. Mereka mundur dan kembali duduk menghadap Alvin dan memegang muka mereka masing-masing.

"Elu kali, Vin yang minyakan! Muka gue kinclong gini!" Gerutu Cakka sambil memegang-megang mukanya.

"Woelaaah..biasa aja kali, Cak! Ampe dipegang-pegang mulu tuh muka, kagak bakal kabur ninggalin elo!" Kata Rio.

"Yaaa, siapa tau ajaa muka gue tiba-tiba minyakaan ntar fans gue pada ngabur semua!" Kata Cakka.

Tiba-tiba seseorang memanggil dari kejauhan, suara paling cempreng yang pernah mereka dengar,

"Kak Riooooo!!!!"

Rio menoleh kearah suara, ketika Rio tahu kalau yang manggil itu Ify, Rio langsung menyembunyikan muka ke dalam buku. Ify berlari sambil membawa mie gorengnya dan tiba-tiba...

GEDEBUK!

Ify jatuh tersandung, terus mie goreng kemanaa? Ify mencari-cari mie gorengnya dan ia temukan di...kepala Rio. Rio melotot kearah Ify, Ify hanya
nyengir.

"Ifyyyy!!!!!" teriak Rio.

"Waduh! Murka nih si Rio!" Kata Gabriel. Alvin hanya menahan tawa.

"Wakakakakk, gila! Ancur muka lo, Yo!!" Cakka tertawa terbahak-bahak sampai sakit perut. Ify yang melihat kepala Rio
dipenuhi dengan mie gorengnya, langsung panik dan mencoba mengambil mie goreng yang di kepala Rio.

"Ya, ampuuun!! Kak Riooo!! Im so sorry.." kata Ify panik.

"Sori,sori..sori pala lo!bersihin rambut gueee!!!" Suruh Rio.

"Kalo diliat-liat makin ganteng aja lo, Yo. Harusnya daridulu aja, rambut lo di pakein mie goreng, siapa tau jadi trendsetter, hahaa." celetuk Gabriel.

"Sompret lu, Yel!!" Seru Rio. Gabriel dan Cakka membantu Ify untuk membersihkan rambut Rio.

"Rambut gua bau mie goreng niih!" Gerutu Rio.

Alvin melirik kearah Sivia yang sedari tadi ketawa, Sivia pun melirik kearah Alvin gara-gara daritadi merasa diperhatikan. Alvin langsung mengalihkan perhatiannya pada Chitato Rio dan langsung memakannya. Rio pun yang sadar kalo Chitatonya dimakan, langsung menoyor kepala Alvin.

"Nyari-nyari kesempatan lu yak pas gue lagi panik gara-gara rambut guee!!" Kata Rio.

"Heheee..piis, Yo!" Kata Alvin nyengir. Tiba-tiba Sivia duduk di samping Alvin. Otomatis Alvin terkejut dan jantungnya berdebar-debar.

"Kak, gue duduk disini ya, pegel gue berdiri terus, laper lagi." kata Sivia.

"Iyaa,iyaa.." Sivia langsung melahap mie gorengnya seperti orang yang tak makan selama seminggu. Tiba-tiba Alvin tertawa. Sivia mengangkat alis melihat Alvin yang sedari tadi tertawa.

"Kenapa lo, Kak? Udah gila?" Tanya Sivia.

"Gokil banget lo, Vi. Kayaknya pas lo makan jiwa cewek lo ilang yaa?" Tanya Alvin. Sivia tersedak, dan langsung mengambil es jeruk punya Alvin. Alvin terkejut, cewek manis kayak Sivia bisa kehilangan jiwa ceweknya pas makan.

"Walaaah, es jeruuk gueee!!!" Seru Alvin. Sivia hanya nyengir.

"Gue belom minum sama sekali tuuh!!" Kata Alvin.

"Gue beliin lagi deeeh, abis minuman di depan gue cuma punya lo doang siih.." kata Sivia nyengir.

"Gue minta dua, Vi!" Kata Alvin.

"Enak ajaa! Nggak!" Sivia segera pergi ke tukang jualan minuman.

Sementara itu, Rio sudah selesai membersihkan rambutnya, meskipun masih tercium bau mie goreng. Ify pun memesan kembali mie goreng.

"Kak, kemaren sukses gaak?" Tanya Ify cengengesan. Rio menatap Ify heran.

"Sukses apaan?" Tanya Rio sambil meminum es tehnya.

"Sukses mimpiin gue, hehee.." Rio yang sedang minum, begitu mendengar kata-kata Ify, Rio tersedak dan langsung menyembur muka Gabriel.

Cakka, Alvin, Sivia, dan Ify langsung menganga, dan setelah itu tertawa.

"Rioooo!!!!" Teriak Gabriel.

"Sori, Yel..!Gara-gara lu sih!" Kata Rio sambil memukul bahu Ify.

"Lah? Kok gue yang disalahin siih! Kan gue cuma tanya lo sukses gak kemaren mimpiin guee??" Tanya Ify.

"Tadinya gue udah mimpi nikah sama Demi Lovato, eehh lo dateng, mimpi gue berubah jadi.." kata Rio.

"Mimpi indah, Kak?" Tanya Ify dengan mata berbinar-binar.

"Nggak. Jadi mimpi buruk!" Ify mencibir.

TEEEEETTT...bel masuk berbunyi..

Rio, Alvin, Cakka, dan Gabriel beranjak dari tempat duduknya.

"Kita duluan yaa!" Kata Gabriel.

"Oke!" Kata Sivia yang masih sibuk makan batagor. (hah?udah mie goreng sekarang batagor?)

"Kak Rio!!! Ntar gue sama RISE bakal ngedukung Kakak sparing lho!!" Kata Ify.

Rio mengacuhkannya, sedangkan Cakka, Alvin dan Gabriel menggoda-godai Rio sambil jalan menuju kelasnya.

"Vi, ntar temenin gue yaa!" Kata Ify.

"Iya,iyaa..emang anggota tim basketnya siapa aja, yang ikut sparing?" Tanya Sivia.

"Kak Rio, Kak Alvin, Kak Iyel, 2 orang lagi anak kelas X." kata Ify.

"Oooh gituu.." kata Sivia.

'Kak Alvin ikut basket juga yaa?' Batin Sivia.

***

"Heuh! Emang bener-bener ya, anak-anak, masa gue disuruh piket sendiri!"Gerutu Sivia sambil menyapu kelasnya.

"Ify, malah bikin spanduk sama poster buat nyemangatin Kak Rio! Gue malah ditinggalin!" Lanjut Sivia. Tiba-tiba sebuah pesawat-pesawatan kertas yang terbang, masuk kedalam kelas X-3. Pesawat itu jatuh ke lantai, dan Sivia mengambilnya dengan kesal.

"Ini lagi! Siapa sih yang maen pesawat-pesawatan!? Masa kecil kurang bahagia apaa?" Kata Sivia, ia sudah mau membuang pesawat itu, tapi ia melihat sebuah tulisan di salah satu sisi pesawat.

To: Sivia Azizah

Jangan cemberut terus, piket itu tugas mulia lho, hehee..
Apa perlu aku kasih bunga mawar putih sekarang juga?
Jangan deh, besok aja, tunggu mawar putihnya di atas meja kamu besok yaa

AS

Sivia langsung celingak-celinguk mencari sosok cowok berinisial "AS" itu, Sivia sangat penasaran dengan sosok asli cowok tersebut. Tapi tidak ada orang di sana, hanya Sivia.

***

Tim basket SMA Citra Bangsa sudah bersiap-siap dan sedang melakukan pemanasan yang dipimpin oleh kapten timnya yaitu Rio. Setelah pemanasan mereka melakukan briefing. Setelah briefing selesai, mereka bersiap-siap dilapangan menghadapi SMA Tunas Pusaka.

Begitu peluit dibunyikan, persaingan sengit antara Kapten tim SMA Citra Bangsa, Rio dengan kapten tim SMA Tunas Pusaka, Debo dimulai. Tim basket SMA Tunas Pusaka adalah tim basket terkuat di kawasan Jakarta, mereka sering memenangkan berbagai kejuaran, sedangkan tim basket SMA Citra Bangsa, dulu dipandang sebagai tim dengan kemampuan yang biasa-biasa saja, seluruh murid SMA Citra Bangsa berharap dengan adanya Rio sebagai kapten tim basket sekolahnya bisa memperbaiki dan meningkatkan prestasi tim basket sekolahnya.

Tim Citra Bangsa (CB) mulai kewalahan menghadapi permainan gesit Tim Tunas Pusaka (TP). Terutama Debo, kapten tim TP. Meskipun bisa dibilang Debo tak setinggi Rio, tapi permainan Debo cukup membuat Rio kewalahan. Rio tak bisa mengimbangi Debo.

"Gawat kalo kayak gini!" Gumam Rio. Saat ini bola berada di tangan Rio, Rio pun mencari-cari anggota timnya yang masih bebas. Gabriel dan Alvin dijaga ketat oleh tim TP, Rio tak bisa mengoper bola ke Gabriel ataupun Alvin. Rio akhirnya mengoper ke anak kelas X, Obiet. Saat Obiet melakukan shoot, sayang bolanya meleset, tak masuk.

Kali ini saatnya Rio mendribble bola dan memasukkan ke ring, saat Rio sudah bersiap-siap untuk shoot bola, tiba-tibaa..

"Kak Riooooo!!!!!!" Teriak Ify dari pinggir lapangan sambil memegang poster bertuliskan "RIO GANTEENGG!" walaah.. -,-

Teriakan Ify diikuti oleh teriakan-teriakan anggota RISE yang lain.

"KYAAAA!!!!RIOOO!!!!" Mereka semua memberikan semangat kepada Rio, termasuk si trio macan, Dea, Angel dan Zevana. Sivia yang berada disamping Ify hanya menutup kupingnya. Rio, Gabriel, Alvin dan semua pemain yang sedang sparing menganga melihat kelakuan cewek-cewek gak waras nan sedeng yang tak lain dan tak bukan fans fanatik Rio. Sekali lagi RIO. Shoot bola Riopun tidak masuk ring tapi malah memantul ring, dan tiba-tiba..

BUUGGHHHH!!

"Aduuuhh!!!"

Semua penonton terbelalak melihat kejadian yang baru saja mereka lihat. Rio ketimpuk bola basket yang ia lempar sendiri. Rio meringis kesakitan. Setengah muka Rio memerah, akibat ketimpuk bola basket. Sekali lagi, BOLA BASKET. Karena terjadi sesuatu yang tidak diperkirakan, akhirnya pelatih tim CB meminta waktu istirahat, Rio langsung berlari ke pinggir lapangan. Ify menghampiri Rio untuk melihat
cowok itu.

"Ya ampuun Kak Rioo!! Muka lo meraaah!!" Kata Ify panik sambil memegang muka Rio yang merah akibat terkena bola basket. Sekali lagi, BOLA
BASKET.

"Aduuh, sakit, monyoong!! Jangan keras-keras megangnya!!" Gerutu Rio.

"Makanya jangan ngeliatin gue mulu, Kak!" Kata Ify.

"Geer banget lo!!" Kata Rio.

Tiba-tiba Debo memandang Rio dan Ify yang sedang berdua di pinggir lapangan. Ify dan Rio yang daritadi merasa diperhatikan, menoleh kearah cowok itu.

"Ify?"

"Debo?"

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar