Minggu, 31 Juli 2011

Pembantu Baruku part 3 (re-post)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Loe gimana sih vin. Ini sih bukannya bantuin gue nyari pembantu malah bantuin gue habisin bensin namanya." rio jadi gemes sama sohibnya satu ini.

"Hhehehe...gue kan udah minta maap yo." alvin masih nyengir lebar. Tapi langsung ilang begitu noleh kebelang.

"Yo mundur-mundur. Noh tempatnya di belakang. Loe yang jalannya kelewatan." kata alvin sambil nunjuk-nunjuk ke arah belakang. Rio ikutan noleh ke arah yang di tunjuk alvin.

Seketika senyum lebar rio keluar. Rio langsung masukin gigi mundur dan berenti tepat di depan tempat tujuannya itu.

"Yuk, vin."

"oukeh.."

Mereka berdua turun dari mobil swift hitamnya rio. Dengan langkah ringan, memasuki tempat itu.

"Ada yang bisa saya bantu mas?" tanya seorang mbak-mbak ke mereka berdua.

"Saya bau nyari pembantu, bener di sini tempatnya?" tanya rio balik memastikan.

"Iya bener." jawab mbak-mbak itu singkat.

"Saya nyari pambantu yang masih muda, bisa di ajak becanda, nyenengin, nggak culun, bersih-bersihnya jago, cepet. Ada mbak." tanya rio.

Seketika senyum si mbak itu hilang denger prmintaan rio. Tapi dia senyum lagi.

"Kita coba liat dulu ya.." kata si mbbak itu. Rio ngangguk setuju. Alvin ngikut aja.

"Inem.." panggil si mbk itu. Seketika ada yang keluar dari balik ruangan entah ruangan apa itu. Rio kaget liat orang yang di panggil inem itu.

"Widiew....dandanannya.... Alamak....masih waras nggak sih tu orang. Bibir merah banget gitu. Bedaknya tebel banget. Eye linernya belepotan. Item smua tu mata. Pipinya...... Ckckckckck. Ogah....banget dah punya pembantu kaya gini." batin rio.

Alvin nggak jauh beda, tadi dia sempet gumam pelan waktu si inem masuk, "Gila bner..." gumam alvin tadi. Rio bisikin ke si mbak di sebelahnya, "Ogah saya klo yang kaya gini mbak" bisik rio jujur. Si mbak jawab, "Sudah ku dunga..". Rio makin heran, "La...ni orang tau gue
nggak bakalan mau, ngapain di panggil juga." batin rio.

"Next.. Susi..." panggil si mbak itu. Inem pergi si susi dateng. Lumayan lah, cuma bedakan tipis, sama lipgloos tipis doang dia. Dan muda.

"Mbak tau laptop apa nggak?" tanya rio ngecek. Takut ntar si susi malah kaya pembantu lamanya.

"Tau mas, yang sejenis komputer itu kan?" jawab si susi. Rio ngangguk.

"Klo facebook tau nggak" tanya rio lagi. Makin aneh aja.

"Komputer jenis mana tu mas." tanya si susi polos. Rio nepuk jidatnya pelan. Alvin udah senyum-senyum nahan ketawa. Rio geleng-geleng ke arah si mbak di sebelahnya.

"Next...nana..." panggil nama orang lagi. "Namanya oke nih" bisik alvin ke rio. Rio ngangguk aja.

Si nana keluar, anaknya manis juga mnurut rio. Rio nanya-nanya kaya si susi tadi. Dan jawaban nana bner, di ajak ngobrol nyambung. Asik anaknya. Trus syarat terakhir, bersih-bersih. Rio nyuruh si nana nyapu. Dan akhirnya...

"Gila!! Lama bener ngambil sapunya. Nggak balik-balik." batin rio. Dia nanya ke mbak di sebelah. Truus mereka dengar suara, "PRANG...!!!".

"Nana......!! Bru juga di suruh naro piring satu aja udah pecah di tangan
kamu!!" teriak seorang ibu-ibu. Lagi-lagi rio mukul jidatnya.

"Vin, cabut" ajak rio. "Eh, mas masih ada yang lain kok. Tunggu bentar. Ijah...." sorak si mbak-mbak.

"I..ii..ya...bbb..uu..." jawab seseorang yang di yakini rio dan alvin adalah ijah. " Gagu yo, mau?" tanya alvin walau pun tau jawabanna. "Cabut.." ajak rio lagi. Buru-buru mereka masuk ke mobil rio. Dan langsung
tancap gas keburu si mbak-mbak tadi nyegat mereka lagi.

Selama jalan pulang, Rio dan alvin nggak berenti geleng-geleng. Kadang alvin ketawa, rio jadi makin nggak semangat buat nyari pembantu.

"Vin, loe tau RS jiwa tadi dari mana sih vin?" tanya rio yang masih kebayang sama tempat tadi.

"Gue dulu dapet pembantu dari situ yo. Waras-waras aja deh perasaan waku gue ke sono" jawab alvin yang juga heran sama tu tmpat gila.

"Hah.... Ilang deh semangat jiwa dan raga gue hari ni." kata rio mulai kambuh penyakit lebaynya.*aslinya rio kan juga di panggil pupbay*

"Nggak segitunya juga kali yo..."

"Masuk blacklist tempat terlarang gue u tempat jadinya"

"Gue juga." setuju alvin.

Akhirnya nyampe juga ke rumah alvin.

"Mampir dulu yo.."ajak alvin.

"Iya deh, dari pada gue bengong sendiri di rumah." jawab rio. Mereka berdua masuk ke rumh alvin. Ternyata di sana juga ada ray, ozy, nyopon, dan deva.

"Eh zy, bukannya loe main ke rumahnya ray. Kok jadi di sini?" tanya rio pada adiknya.

"Abis dari rumah ray, gue ke sini kak. Mau pinjem kaset ps_nya deva." jawab ozy. Critanya koko alvin sama opa dedev adekakak.

"Owh..." jawab rio singkat.

"Gmana? Udah dapet pembantunya?" tanya ozy antusias.

"Hahahahahahahaha.....jangankan dapet zy." jawab alvin. Ozy mnatap alvin heran, lalu beralih ke rio dengan wajah penuh tanya. Rio dan alvin menceritakan semuanya, ray,deva,nyopon juga ikutan dengerin. Cerita mereka berdua sukses buat keempat anak smp itu ngakak.

"Kenapa nggak loe bawa aja si inem pulang kak?" komentar deva.

"Ada juga, bukannya kerja malah minta duit mulu ke gue buat beli lipstiknya yang langsung abis dalam waktu sehari." jawab rio. Mereka ngakak lagi, kali ini rio dan alvin ikutan.

"Trus si susi?" tanya nyopon.

"Yah....pon. Ntar klo gue ajak dia ngobrol trus dia ngak ngerti gmana??" jawab rio seadanya.

"Si nana?" tanya ray ikutan.

"Ray bisa-bisa rumah gue sama kak rio ancur karna si nana." jawab ozy.

"Dan jangan ada yang nanya si ijah, karna gue nggak mau hidup gue habis hanya untuk dnger dia mo ngomong apa." kata rio sebelum ada yang nanya lagi.

"Siapa juga yang mau nanya kak. Gue juga nggak setuju lagi loe punya pembantu kaya gitu. Ntar klo gue nanyain loe sama ozy malah ribet urusannya karna dia ngejawab aja lama banget." kata deva, ray,nyopon,alvin ngangguk setuju.

"Gue setuju, tapi loe harus tetep cari pembantu kak, gue nggak mau repot." kata ozy pada kakaknya.

"Iya... Tapi loe sabar dulu zy. Gue cari yang bener dulu, mungkin agak lama.." jawab rio pada ozy.

"Gue nggak mau lama-lama lo kak. LOe harus buru-buru." protes ozy.

"Heh......... Liat ntar deh. Eh loe smua bantuin gue juga ya.." kata rio..

"Sip bro, gue pasti bantu." jawab alvin.

"Pasti riOzy bersaudara." jawab ray, deva, nyopon barengan. RiOzy tersenyum senang.

"Balik yuk kak." ajak ozy.

" Vin, dev, gue balik dulu ya. Ray mo nebeng nggak, pon?" pamit dan tanya rio.

"Gue bawa motor kak, nyopon bareng gue aja" jawab ray.

"Okelah klo begitu. Kami duluan. Bye my bro.." pamit rio. Lalu mereka pergi. Rio keluar sambil merangkul adiknya ozy.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar