Minggu, 31 Juli 2011

Cuma Gue yang Bisa part 12 (re-post)t

Part 12: Anak Baru? Ify Khawatir?

Semester 2 pun dimulai, semua murid SMA Citra Bangsa mulai berdatangan ke sekolah (diloncat supaya gak kelamaan heheee ceritanya anak OSIS udah pada pulang dari Pucak =p).

Seperti biasa Sivia datang lebih paling awal. Kemudian ia mendapati sebuah surat, foto, tapi tak ada mawar putih. Padahal yang paling ditunggu-tunggu Sivia adalah mawar putihnya.

Hei, Sivia Azizah

Akhirnya aku bisa ngeliat kamu lagi di sekolah, keep smile yaa, cantiiik :))

NB: O,iya maaf aku gak bisa ngasih mawar putihnya, pas nyari di tukang langganan abis katanya, hehee..besok aja yaa..

AS

Sivia tertawa ngakak begitu membaca surat dari seseorang berinisial AS tersebut.

"Dikira gue nanem sendiri, gataunya beli juga di abang-abang, hahaa.." kata Sivia. Kemudian ia memandang foto dirinya. Mata Sivia terbelalak, itu adalah foto saat Sivia berada di Puncak bersama anak-anak OSIS. Saat Sivia tertidur menjaga Ify yang sedang sakit,

"Berarti dia anak OSIS juga??" Gumam Sivia. Sivia memutar otaknya, pikirannya tertuju pada si waketos SMA Citra Bangsa tersebut, Alvin.

Alvin yang selalu berada di dekatnya, dia yang selalu membawa kamera analognya kemana-kemana. Tapi kalo dipikir-pikir lagi, gak cuma Alvin, yang lain juga banyak yang selalu membawa kamera.

"Aaah gak mungkin Kak Alvin.." Sivia menggeleng-geleng kepala, dan langsung memasukkan suratnya ke dalam tas.

***

Mata Ify langsung berbinar-binar begitu melihat Rio, Gabriel, Cakka, dan Alvin sedang bermain basket di lapangan. Ify menarik napas dan kemudian..

"KAK RIOOOOOO!!!!!" Teriak Ify yang menggema di seluruh kawasan sekolah, Rio, Cakka, Gabriel dan Alvin yang mendengar teriakkan Ify langsung menutup kupingnya.

"Suara lo, Fy!! Melebihi toa sekolaah!!!" Teriak Cakka.

"Kuping gue budek nih!" Seru Rio.

"Eh, denger gak??" Tanya Alvin.

"Denger apaan?" Tanya Gabriel balik.

"Denger suara orang-orang lari kearah lapangan, kayak mau nyerbu nih lapangan, Yel!" Kata Alvin.

"Perasaan gue udah gak enak, nih, Vin.."kata Rio menelan ludah.

Mata Rio tertuju pada arah utara, Alvin kearah timur, Cakka kearah selatan, dan Gabriel kearah barat, segerombolan cewek-cewek yang muncul dari 4 penjuru mata angin (lebay banget -,-) langsung menyerbu lapangan karena melihat Rio, Cakka, Gabriel, dan Alvin, the most perfect guy di Citra Bangsa yang tidak mereka pandang selama liburan semester 1. (ajib banget fansnya mereka T.T)

"RIOOOO!!!!"

"ALVIIIN!!"

"IEEEL!!"

"CAKKA!!!!"

Mereka berempat ingin segera kabur dari lapangan, tapi terlambat, mereka sudah tenggelam di dalam lautan cewek-cewek ganas Citra Bangsa.

"Aduuuh, Riooo tambah maniiiss!!"

"Alviin cakeeepp iih!!"

"Ieeell kereeenn!!"

"Cakka tambah lucuu deeh! Gemeeess!!"

Cewek-cewek ganas tersebut melakukan hal yang semena-mena pada mereka (-,-).

"Huwaaaa!!! Toloong guee!!" Teriak Rio.

"Mamaaaa toloong Ieeell!!!" Teriak Gabriel.

"Tuhaaan!!! Ampuni sayaaa!!" Teriak Alvin.

"Eh, eh jangan dipegang lama-lama rambut guee!! 2 jam nih gue tata!!" Teriak Cakka.

Ify hanya cengo melihat kerusuhan yang terjadi di lapangan yang menimbulkan korban berjumlah 4 orang (kok kayak berita?). Kemudian bahu Ify disenggol oleh Sivia.

"Ada apaan tuh?" Tanya Sivia.

"Fans mereka semakin ganas, apalagi RISE," kata Ify.

"Selamet kagak tuh mereka?" Tanya Sivia.

"Gue harus turun tangaaan!!!" Ify melemparkan tasnya pada Via dan masuk ke kerumunan fans Rio.

"Via, doain gueee!! Supaya gue gak mati gara-gara keganasan mereka!!" Teriak Ify.

"Gue doain, Fy!! Hati-hati dijalan yaa!!" Kata Sivia sambil menonton kerusuhan tersebut.

Ify mencoba masuk kedalam kerumunan tersebut, tapi maklum karena badan Ify yang terlalu kecil, badannya di gencet sama fans-fans Rio yang berbadan lebih besar. Ify pun sampai jatuh.

"Heuuh, bener-bener!" Ify pun menarik lengan baju seragamnya dan berusaha sekuat tenaga untuk masuk kedalam kerumunan cewek-cewek gila yang kurang waras (??). Akhirnya sampailah Ify ditengah-tengah kerumunan.

"Fy, tolongin gueee!!!" Teriak Rio.

"Woiiii!!!! Minggir!!!!" Teriak Ify, tapi cewek-cewek itu masih tetap genit, centil, gila, sama Rio. Ada yang nyubitin pipi Rio, ada yang narik baju Rio dll. Kemudian otak Ify pun jalan, maksudnya bukan jalan-jalan, maksudnya ada ide.

"Heeiiii!!! Semuanyaaa!!! Liat tuuh ada Mario Stevano lagi manjat pohon jambu di depan gerbaaaangg!!!" Teriak Ify. (masih inget part 1 yang Rio ngibulin Ify??).

"Hah? Di depan gerbang?? Ayo!!!" Semua cewek fansnya Rio langsung kabur kearah gerbang.

"Dasar cewek-cewek bego!!" Kata Ify sambil tertawa.

"Sama kayak lo, pas gue ngibulin lo, lo juga kena tipu ama guee!" Kata Rio. Ify manyun.

"Gue khilaf tauk!!" Seru Ify.

TEEEEEETTT...bel masuk berbunyi, semua cewek-cewek dengan muka kecewa akhirnya pada pergi ke kelas masing-masing.

"Fy, tas lo nih! Bawa apaan sih lo? Berat banget!" Seru Sivia sambil memberikan tas Ify pada pemiliknya.

"Bawa dosa dia!!" Celetuk Rio.

"Ngapain dosa lu bawa-bawa, Fy?" Tanya Sivia polos.

"Mau gue bagi ke elo!" Kata Ify. Sivia mencibir. Kemudian Gabriel, Cakka, dan Alvin datang dengan muka acak-acakan (??).

"Buset! Kenapa lo? Udah kayak kena angin puting beliung lo bertiga!" Kata Rio.

"Yaaahh, tuh kan rambuut guee!! Vin, minta gel rambut dong!" Kata Cakka.

"Iiihh, beli sono diwarung! Ngapain juga gue bawa ke sekolah, yang ada langsung abis ama lo!" Kata Alvin.

"Yel, minta dong!"

"Eh, ngapain gue pake gel? Gak pake aja gue udah ganteng, apalagi pake gel? Melebihi elo kali Cak!"

"Yo, lo punya gak?"

"Nggak!" Jawab Rio singkat.

"Fy, punya gak?" Gabriel, Rio, Alvin, Sivia dan Ify terbelalak.

"Dih bego lu Cak!! Ify kan cewek!!" Kata Gabriel. Kemudian mata Cakka tertuju pada Agni yang sedang berjalan sendirian menuju kelasnya.

"Ag.." Panggil Cakka.

"Kenapa lo? Udah kayak kena bencana alam lo, Cak.."

"Gue diserbu sama cewek-cewek, o,iya ngomong-ngomong lo punya gel gak??" Tanya Cakka. Agni terbelalak.

"Pasti punya kaaan??" tanya Cakka. Agni melotot pada Cakka.

"Oooh lo pikir selama ini gue cowok, haaah??" Tanya Agni sambil memukul-mukul buku biologi yang super duper tebal.

"A..a..bukannya gitu, Ag..lo kan tomboy, gue pikir lo pasti pake gel, rambut lo bagus gitu, lo bukan cowok, tapi..kayak cowok.." kata Cakka nyengir.

GEDEBUUUG!!!

Muka Cakka ditimpuk dengan buku Biologi yang super duper tebal.

"Ngomong tuh ama buku!!!" Agni langsung meninggalkan Cakka. Tapi begitu sadar buku Biologinya ada di Cakka. Agni langsung berbalik dan
mengambil buku Biologinya dari tangan
Cakka.

"Yaaahh..tuh kaan salah ngomong guee.." kata Cakka. Kemudian Gabriel menepuk pundak Cakka.

"Hancur hancur hancur hatikuu..hancur hancur hancur hatikuu..hancur hancur hancur hatikuu..hatikuu hancuuurr.." Gabriel menyanyikan lagu Olga, dengan Alvin dan Rio sebagai backing vokal, Sivia dan Ify sebagai model video klip(??).

"Huaaaa...berisiiik lo padaaaa!!!" Cakka langsung kabur ninggalin mereka.

"Eh, Fy ngomong-ngomong ntar sahabat gue bakal sekolah di sini kelas X." kata Gabriel.

"Yang bener, Kak? X berapa?"

"Katanya X-3 berarti bareng lo berdua kan?" Tanya Gabriel.

"Eh, bener juga tuuh, kita kekelas dulu yaa!!" Pamit Ify. Ify dan Sivia pergi menuju kelasnya. Alvin masih sibuk memandang Sivia yang sedang berlari bersama Ify. Begitupun Rio, tapi dia cuma sesekali doang, takut ketauan Gabriel (pengen gue timpuk lama-lama si Rio! Jaim bangeeett!! *ditimpuk balik sama RISE*)

"Woelah, takut banget lo Sivia ilang hehee.." celetuk Rio.

"Emang lo nggak, Yo? Lo daritadi ngeliatin Ify teruusss!!" Teriak Alvin tapi langsung di bekep sama Rio. Gabriel pun menoleh kearah mereka. Rio hanya nyengir.

"Hah? Rio ngeliatin siapa??" Tanya Gabriel.

"Gue..guee..guee.." Pandangan Rio tertuju pada Bu Dina yang sedang berjalan menuju area kelas X.

"Gue ngeliatin Bu Dinaaa!!!" Seru Rio. Gabriel dan Alvin cengo.

"Hah? Bu Dinaa?? Lo gak sakit kaaan?" Tanya Gabriel.

"Rio udah gak waras, Yel!!" Seru Alvin, tapi kemudian mulutnya di bekep lagi. Rio cuma nyengir.

"Tunggu, kayaknya ada yang disembunyiin sama lo berdua deeh.." tuduh Gabriel.

"Ntar aja gue ceritain di kantin!" Kata Alvin.

"Alvin!"

"Kenapa? Lo maluu??"

"Eh gue kayaknya dipanggil sama Pelatih, hehee..gue cabut duluaan!!" Rio langsung kabur dari Gabriel dan Alvin.

"Kapan dipanggilnya??" Tanya Gabriel.

"Dodol, dia cuma boong doang supaya bisa kabuur!!"

"Apaan sih yang diumpetin??"

"Ntar gue ceritain." kata Alvin.

***

"Aduuhh..sialan tuh si China blangsak! (maaf yaa Alviin -,- *digebukin Alvinozta*) pake ngebocorin lagi ke Iyel, muka gue taro dimana niih!!" Gumam Rio. Kemudian ia mulai berlari menuju kelas dan tiba-tiba..

BRUUKKK..

Rio menabrak seorang cewek, cewek itu terjatuh dan buku-buku barunya berserakan.

"Ah, sori banget! Gue gak sengaja!" Kata Rio sambil membantu cewek itu berdiri dan membereskan bukunya.

"Eng..enggak papa kok, makasih ya," kata cewek itu.

"Sori gue duluaan!!" Rio segera berlari kekelasnya. Cewek itu tetap memandang Rio yang sedang berlari.

"Senyumnya manis bangeet, siapa ya namanyaa??" Tanya cewek itu.

***

Kelas X-3 yang tadinya riuh menjadi sunyi karena Bu Winda datang sambil membawa penggaris kayu dan beberapa berkas.

"Anak-anak kita kedatangan anak baru pindahan dari Bandung," kata Bu Winda. Beberapa anak-anak cowok berdiri dari bangkunya untuk melihat kearah jendela.

"Subhanallah.." puji Dayat.

"Yaa..Tuhaann..ada bidadari jatuh dari langiit!!" Seru Nyopon.

"Vi, ganteng kan guee??" Tanya Sion pada Sivia. Sivia menahan ketawa.

"Hah? Berasa ganteng lu? Liat tuh di mulut lo masih ada nasi belepotan!" Teriak Sivia. Semua anak tertawa terbahak-bahak terutama Nova yang suaranya 2 kali lipat lebih kencang dari pada anak-anak yang lain. Sion jadi malu setengah mampus.

"Baek-baek lo, Nov! Lo ketawa, langsung tsunami nih pulau Jawa!" Seru Sion.

"Paan maksud lo, Yon!!" Teriak Nova yang menggema seluruh isi kelas.

"Bang Lintaaarr!!! Belain Novaaa!!" Rengek Nova, tapi saat Nova melirik Lintar, ternyata Lintar juga mulai terpesona pada gadis yang berada di depan pintu itu.

"Ondemande..geulis pisaan euy!" (dari padang ke sunda??) seru Lintar. Nova pun mengeluarkan aura neraka.

"LINTAAAARRRR!!!!" Teriak Nova sambil menjewer kuping Lintar. Semua anak-anak menutup kupingnya sampai-sampaei gambar pahlawan yang ada di kelas pada jatoh semua.

"Adududuuduuh..sakiit..udah yaa Nova cantiiik..maafin Bang Lintar doong, Bang Lintar khilaf.." mohon Lintar.

"Udah,udah jangan berisik! Nova! Lintar! Jangan berantem, berantemnya di pengadilan negeri aja!! Shilla silahkan masuk!" Suruh Bu Winda.

Seorang gadis cantik, berpostur tinggi, rambut ikal, kulit putih, hidung mancung, dengan angin semilir berhembus mengibaskan rambutnya yang halus, memasuki ruang kelas. Kelas yang tadinya seperti neraka, panas luar biasa, menjadi surga yang sejuk adem yang didatangi oleh
seorang bidadari. (alay banget bahasanya XD).

"Nama saya Ashilla Zahrantiara, kalian boleh panggil saya Shilla.." kalimat Shilla terhenti begitu semua cowok menyapa Shilla.

"Haiii..Shillaaa...." Sapa semua cowok bagaikan paduan suara.

"Kalian juga boleh panggil saya cantik..hehee.." kalimat Shilla kembali terhenti.

"Haiii...cantiiikk.."

"Ah maaf, saya cuma bercanda, jangan dimasukkin ke hati, masukkin aja ke kantong, hehee.."

"Serius juga gak papa kok, cantik eh, salah Shill..hehee.." kata Lintar, tapi kemudian dipelototin sama Nova.

"Shilla kamu duduk di sebelah Aren yaa..di depan gadis cantik berambut panjang itu.." kata Bu Winda menunjuk kearah Sivia.

"Ya, ampuun Bu..jangan mujii gituu..Via jadi maluu.." kata Sivia.

"Yang mana, Bu?"

"Itu yang kulitnya putih kayak sadako,"kata Bu Winda.
"
Yaaah, ujung-ujungnya nyindir jugaa!!" Gerutu Sivia. Ify hanya tertawa.

"Hei, nama gue Ify."

"Shilla."

"Gue Sivia."

"Shilla."

"Lo sahabatnya Kak Iel ya?" Tanya Ify.

"Kok lo tahu?"

"Hehee..gue dikasih tau Kak Iel tadi, ntar kita kekantin bareng aja," kata Ify.

"Oke,"

***

"Ren, mau ikut gak?" Tanya Sivia.

"Nggak ah, gue mau ngerjain tugas mulia dulu!"

"Tugas mulia? Apaan?"

"Moto-motoin Kak Tian, hehee.."

"Huoo..fanatik banget lo sama Kak Tian!!" Kata Ify.

"Emang lo nggak?"

"Hehee..iya juga sih,"

"Gue tinggal dulu yaa!!" Aren langsung kabur entah kemana.

"Yok, kekantin!" Ajak Sivia.

***

"Ooooh jadii Rioo suka sama Ifyyy???" Teriak Gabriel. Tiba-tiba mulutnya di bekep sama Rio.

"Biasa aja dong, teriaknya!!" Kata Alvin.

"Beneran lu, Yo?" Tanya Cakka sambil nyomot chitato Rio. Kemudian kepala Cakka di timpuk sendok sama Rio. (sadiiiss)

"Sompret lo! Dibilangin jangan nyomot chitato gue!!!" Seru Rio sambil merampas chitato miliknya.

"Awas lo pada ngebocorin! Gue bakal semena-mena sama lo berdua!" Ancam Rio yang kemudian meminum es jeruknya.

"Eh Yo tuh Ify!" Kata Alvin. Rio langsung menyembur kearah Alvin begitu mendengar nama "Ify".

"Iuuuuhhh.." Seru Cakka dengan memasang tampang jijik.

"Paraaahh.." kata Gabriel.

"Elo, Yo!!! Sedeng loo!!" Seru Alvin sambil mengelap mukanya dengan tisuue.

"Khilaf gue, Vin!" Seru Rio.

"Kak Riooo!!!" Panggil Ify yang langsung duduk di deket Rio.

"Cak, geser dong!!" bisik Rio.

"Widiiih siapa tuhh, cantik bangeet.." kata Cakka takjub.

"Eiit, berani-berani lo deketin Shilla, gue tendang lo!" Ancam Gabriel.

"Cak, geseeerr!!!" Teriak Rio.

"Apaan sih! Nggak ah!!" Tolak Cakka.

Sementara itu, Sivia duduk di samping Alvin. Alvin pun jadi salting, begitupun Sivia.

"Aduuuhh, si cantik sama si ganteng mukanya pada merah semuaa.." goda Cakka.

"Aduuh, meni hareudang pisan di sini," celetuk Gabriel.

"Berisik lo pada!!" Seru Alvin.

"Kok gak ada yang godain gue sama Kak Rio sih, kan kita juga deketan.." kata Ify.

"Ngarep banget lo, Fy!!" Kata Sivia. Ify mencibir.

Kemudian pandangan Ify tertuju pada seorang gadis yang berada didepannya yang sedari tadi memandang Rio dengan wajah tersipu-sipu.

'Shilla kok mandangin Kak Rio terus??' batin Ify.

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar