Minggu, 31 Juli 2011

Pembantu Baruku part 10 (re-post)

"Rio, loe nggak papa kan?? Tangan loe masih sakit??" tanya ify stelah sadar dari lamunannya.

"Eh, nggak papa kok fy. Gue tadi cuma kaget" kata rio. "Sesakit apa pun nggak papa fy, gue rela. Klo akhirnya jadi kayak tadi" pikir rio.

"Sorry ya yo.. Gue nggak sengaja." kata ify lagi.

"Hahaha....nggak usah segitunya lagi fy. Gue nggak papa kok." jawab rio.

"Heh loe berdua!! Enak ya ngacangin gue??" kata ozy sewot.

"Eh, adek gue ada di sini juga toh... Sejak kapan loe berdiri di sini zy??" tanya rio pura-pura nggak tau.

"Dari tadi juga gue udah di sini. Tega loe kak." jawab ozy sewot.

"Hehehe... Maap deh klo gitu..." kata rio pake nyengir. Lalu mndekatkan bibirnya ke ozy dan berbisik.

"Ganggu aja loe zy. Lagi asik juga.." bisik rio.

"asik di elo, nggak asik di gue kak. Gerah gue liatinnya dari atas sana" jawab ozy juga bisik-bisik ke rio smbil nunjuk lantai atas.

"Lain kali awas loe klo ganggu gue lagi.." bisik rio lagi. Ozy hanya menjawab dngan menunjukkan jari telunjuk dan tengahnya ke rio. Sementara ify menatap mereka berdua penuh tanya. Lagi ngomongin apa ya mereka?..pikirnya.

"Rio..." panggil ify.

"Apa??" tanya rio smbil oleh ke ify. Lalu ify nunjuk kompor,

"Udah boleh di matiin nggak??" tanyanya.

"Astaga!! Gue lupa!!" kata rio, dan berlari ke arah kompor dan matiin apinya.

"Parah loe kak, knapa sampai lupa sih. Gue ogah ya makan racun lagi.." kata ozy.

"Alah...banyak bacot loe! Bantu gue nih nata meja" suruh rio lalu mereka siapin mkan malam lagi.

****

"Zy, ayo makan. Jangan di liatin doang." suruh ify.

"Mmm....bntuk,oke.. Bau,enak.. Warna,normal kok... Tapi kak, gue ragu sama rasanya." kata ozy.

"Tnang aja zy... Kakak loe yg super ganteng, kren, baik, dermawan, dan tdak pernah sombong ini juga ikut bantuin masak kok" kata rio yg lagi nunggu ify masukin nasi ke piringnya.*byangin deh, rio jadi bapaknya, ify jdi ibunya, trus anaknya ozy. Cocok deh.. :) Kaya keluarga bahagia gitu*

"Narsis akut loe makin parah kak." komenar ozy, rio cengengesan.

"Nih yo, nasinya. Cukup kan??" kata ify.

"Cukup, thanks fy.." jawab rio smbil tersnyum manis. Ify juga ikutan snyum.

"Aduduh fy...snyum loe bisa bkin gue jantungan nih kayaknya..." batin rio.

"Rio...jngan snyum lama-lama dong.. Tngan gue udah gemeteran nih..." batin ify.

"Harus di pisahin juga nih kayanya...." kata ozy.

"Nggak perlu kok zy, udahan kok nih.." kata rio sambil senyum dan mengalihkan pandangannya ke ozy.

"Kak ify, kok loe bisa akur sama kak rio sih?? Nggak baek utk keselamatan gue nih..." rengek ozy ke ify.

"Mksud loe?? kakak nggak ngerti" tanya ify.

"Gue di kacangin mulu. Loe slalu jadiin ni dunia milik loe berdua... Gue loe telantarin, nyesel gue nyuci otak kak rio tadi.." jelas ozy smbil manyun. Ify bingung.

"Nyuci otak??" tanyanya.

"Udah... makan dulu, ngobrolnya ntar..." kata rio mengalihkan pembicaraan dari masalah cuci otak itu.

"Nih zy, liat gue makan duluan..." kata rio. Lalu rio memakan makanannya.

Setelah sukses menelan satu sendok makanannya, rio geleng-geleng, FyZy bingung smbil natap penuh tanya.

"Ify....tawar bnget.... Loe jadi kasih garam nggak sih tadi???" sorak rio. Seketika ify lngsung nyatuin kedua telapak tangannya, lalu bungkuk-bungkuk_in badannya mulai mohon-mohon maaf sama rio. Rio geleng-geleng lagi, nggak ngerti sama cwek yg duduk di smpingnya ini. Sementara ozy ngakak.

"Fy, ambil garamnya sono!!" suruh rio. Ify langsung bergegas ke dapur dan kmbali dngan garam di tangn kanannya dan tangan kiri bawa sendok. Rio ambil kedua barang di tangan ify itu lalu nambahin garam ke makanan tadi. Lalu nyicipin dikit dan seulas senyuman manis mengembang di wajahnya.

"Ini baru pas...." kata rio. FyZy cuma menanggapi dngan ikutan senyum.

"Yakin kak, nggak ancur??" tanya ozy ragu.

"Yakin deh..." jawab rio seadanya. Dengan masih agak ragu, ozy mulai makan makanannya lalu mengacungkan jempolnya ke arah. ify.

"Enak kak... Lain kali buat lebih enak lagi ya.." komentar ozy. Ify nyengir kuda, bangga dikit gitu loh.

"Tanpa gue tapi fy.." tambah rio, sktika senyum ify lenyap.

"Iya...iya... Lanjut aja makannya, yuk...mari..." kata ify. Akhirnya mreka makan malam dngan tenang.

****

Selesai makan dan beres-beres ify pulang sperti janjinya rio, ify plang nggak sampe jam 9.

"Yo, zy, smua udah bereskan?? Gue udah boleh puangkan??" tanya ify.

"Iya boleh, gue anter yuk fy.." jawab rio. Ify bingung.

"Loe mau anter gue pake apa yo?? Mobil gue?? Trus loe baliknya gimana??" tanya ify heran.

"Lupa!! Mana bisa ya gue bawa mobil skarang.. Bego bnget sih gue! Bukannya cari perhatian malah yg ada gue makin bego di mata ify.." batin rio. Lalu rio cengengesan liatin ify.

"Hhehe.... Gue kan udah terbiasa jadi cwo gentle yg nggak bisa biarin cwek pulang sendirian fy.. Klo loe mau, anter gue balik dong, klo nggak biar ozy yg jemput gue.." jawab rio ngasal abis. Ify langsung nganga, ozy nepuk jidatnya sendiri.

"Kak rio sarap!! Aneh-aneh aja loe... Pake bawa-bawa gue lagi..." kata ozy. Ify geleng-geleng.

"Knapa gue bisa suka cwok model beginian yah??" batin ify bingung.

"Hehehe...." rio nyengir sambil garuk-garuk kepalanya.

"Emang aneh loe yo! Udah ah, gue pulang..." pamit ify dan pergi.

"Zy, dia bilang gue aneh..." kata rio dengan nada lirih ke ozy yg di sebelahnya.

"Emang kali kak, baru nyadar loe??!" jawab ozy.

"Hiks...gue lagi syok loe tenangin dikit napa??" kata rio.

"Diem loe ah.. Mending loe ajarin nih gue" kata ozy smbil nunjuk buku yg di depannya.

"Apaan tuh??" tanya rio.

"Pr gue lah dodol!!" jawab ozy yg mulai keki sama kakaknya ini.

"Yee....ngatain gue loe!! Mau di ajarin nggak nih??" kata rio ikutan sewot.

"Iya dong, kakak ku sayang.. Fisika nih...nggak ngerti sama sekali gue.. Bantuin yah..." rayu ozy.

"Gitu dong... Mana-mana pr loe??" tanya rio dengan senyum manisnya.

****

Pagi hari di rumah rio....

Ify udah sampe di rumah rio, sperti biasa rumah itu masih sepi. Ify naik ke lantai atas dulu buat bangunin ozy, karna dia pikir rio pasti udah bangun. Tanpa basa-basi ify langsung buka pintu kamar ozy, dan sperti biasa si ozynya masih molor.

"Ozy.....!!! Bangun....!!" sorak ify. Dan seperti biasa reaksi awal ozy hanyalah mengeliat kecil. Ify ambil inisiatif buat nyibak selimutnya ozy. Ozy narik selimutnya lagi.

"Ozy bangun!!!!!!!" teriak ify tepat di telinga ozy. Seketika ozy langsung bangun dan menegakkan tubuhnya sambil berkata,"Siaaaaap!!!!! Gue udah bangun nih..." Ify tersenyum penuh kemenangan,"mandi gih!" suruh ify lalu keluar dari kamar ozy.

"Gila!! Knapa kakak gue suka cwek kaya gitu ya?? Ya ampun suaranya...emak gue aja kalah telak.." batin ozy.

"Calon cwek gue tuh..." batin rio bangga di kamarnya.

Ify lagi siapin sarapan kali ini nasi goreng aja deh ya...

"Fy, masak sendiri nih..yakin??" tanya rio yg udah turun ke bawah.

"Yakin, sampai di rumah kmaren gue minta ajarin masak sama mama..." jawab ify.

"Malam-malam gitu??" tanya rio heran.
"
Iya.. Gue sama mama kadang-kadang suka makan lagi klo malam.." jawab ify.*aneh...*

"Kebiasaan unik..." komentar rio.

"Tapi klo loe udah makan smpe 4 kali sehari gitu kenapa masih tetep kurus aja tu badan??" tambah rio.

"Rese loe yo!! Bawaan gue dari orok nih... Nggak bisa di ganggu gugat. Loe sendiri, kerempeng juga kan." kata ify.

"Iya deh ngalah.. Fy, mau bantuin gue nggak??" tanya rio.

"Tumben loe minta izin segala?? Biasanya juga langsung maksa. Bantuan apa??" tanya ify balik.

"Hhehe.... Nih fy, dasi gue kusut, tiba-tiba aja udah kaya simpul pramuka gini, rapiin dong.." kata rio sambil nyerahin dasinya. Ify nyuci tangan dulu, lalu ambil dasi rio, trus dia rapiin.

"Nih yo..." katanya sambil ngasih dasi rio yg udah rapi. Rio ambil dasinya sambil senyum seolah-olah bilang makasih, trus dia lingkarin ke kerah kemeja osisnya.

"Yo, mang loe bisa make sendiri??" tanya ify yg udah heran liatin rio gulung-gulung dasinya, malah jadi simpul pramuka lagi tu dasi. Rio nggak jawab tetep fokus sama dasinya.

"Udah sini gue bantu, gue yg liat loe make dasi sendiri aja jadi ikutan capek." kata ify sambil nyambar dasinya rio. Yg punya dasi pasrah-pasrah aja, emang dia kerepotan make sendiri. Lalu ify mulai lingkari dasinya di kerah kemeja rio, trus di lipat sana lipat sini sehingga kepasang juga tu dasi.

"Aduh......jantung gue...." teriak rio dalam hati karna jarak mereka emang lagi deket gitu loh.

"Tangan gue!! Berenti buat gemeteran.." ify juga ikutan teriak dalam hati.

"Ify, loe cantik bener sih... Aduh.... gue miki apa sih.... Tpi emang bener loe cantik fy. Klo kaya gini trus gue udah berasa kaya suami loe tau nggak?? Ahay....otak gue mulai nggak beres nih kayanya." teriak rio
gaje dalam hati.

"Rio.....gue udah nggak kuat lagi nih kalo gini trus. Kaki gue udah lemes tuh..berenti dong liatin gue... Aduh....mesranya kita yo....gue kaya seorang ibu rumah tangga yg lagi makein dasi suaminya yg mau kerja tau nggak??" ify ikutan teriak gaje dalam hatinya.

"Ehem....Ehem.... Ubi bakar.... Ubi bakar.... Aaaw....panasnya...." si setan kesil seperti biasa nongol.

"Ehem....Ehem.... Ubi bakar.... Ubi bakar.... Aaaw....panasnya...." si setan kecil mulai lagi.

"EHEM....EHEM.... UBI BAKAR.... UBI BAKAR.... AAAAAAAAAAAAAAAAWWW....!! PANAAASNYAAA!!" teriak ozy kesel di kacangin.

"OZY.......!!! BERISIK!! GUE NGGAK SUKA UBI!!!!" teriak RiFy barengan. Ozy langsung diam.

"Gila!! Klo sampe kak rio sama kak ify jadian bakalan kacau nih hidup gue." batin ozy.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar