Minggu, 31 Juli 2011

If Love In Action part 15 (re-post)

Di kantin sma putra bangsa.

D’orions minus rio makan bersama dikantin.

” rio kemana?” tanya cakka.

” tadi rio sms gue, katanya ray sakit.” jawab alvin.

” napa ify juga nggak masuk?” tanya gabriel.

” ngronda kali semalem, bayar jatah sama rio.” jawab alvin asal.” emang loe tau dari mana ify juga kagak masuk ?”

” hha..rio denger jadi dendeng loe! Gue tau dari shilla.”

“ cie...kayanya bentar lagi kita makan-makan.” kata cakka semangat.

” doain aja! Tar loe bertiga yang gue kabarin paling awal!”

” yes! Loe tadi pagi berangkat sama shilla?” tanya cakka.

” yo’a! Hebat kan gue?”

” hebat! Pagi-pagi udah bikin gempar! Fans loe pada nangis guling-guling !” jawab alvin.

“ hha..gabriel gitu loh.”

“ kapan loe mau nembak dia?”

” secepatnya!”

Setelah itu mereka ngobrol nggak penting, ngatain rio sepuasnya mumpung orangnya nggak ada.

Pulang sekolah.

Gabriel, cakka, dan alvin nunggu shilla, agni, dan sivia di depan kelas mereka. Gabriel mau ngajak shilla pulang bareng, cakka ada
janji mau adu basket sama agni, dan alvin
mau minta maaf ke sivia. Nggak lama yang ditunggupun lewat.

” siang semua..” sapa gabriel.

” siang kak..” jawab shilla, agni, dan sivia bersamaan.

“ mau pulang bareng shilla ya kak?” tanya agni.

“ hhe..iya.”

“ cie..makin lengket aja ni! Jangan-jangan udah jadian ya?” selidik sivia.

“ apaan sih loe vi?” sela shilla salting.

“ belum kok vi! Tar loe juga gue kabarin kalo jadian.” Jawab gabriel.” Pulang yuk shil!” ajaknya ke shilla. Shilla Cuma mengangguk.
Mereka berdua pun berlalu.

Di parkiran.

Gabriel naik ke ninja birunya dan siap-siap nganter shilla pulang, tapi dia merencanakan sesuatu.

“ shil, loe tunggu sini bentar! Dompet gue ketinggalan.” Kata gabriel sambil turun dari motor.

“ iya, cepetan kak!” Gabriel langsung lari masuk ke sekolah lagi menemui cakka, agni,
alvin, dan sivia.

“ untung loe semua belum bubar!”

“ kenapa yel?” tanya cakka.

“ gue ganggu acara kalian ya! Pokoknya loe semua harus bantu gue !”

“ bantu apaan kak?” tanya agni.

” gini......” gabriel membisikan semua rencananya.

“ wi...hebat loe kak!” komentar agni.

“ ganggu acara gue aja loe yel!” kata cakka jengkel.

“ sekali-kali buat temen napa? Mau nggak loe?”

” iya!”

” loe, ag, vi, vin?”

” siap!” jawab alvin, sivia dan agni kompak.

” rio sama ify?” cakka teringat anggota mereka yang belum tau rencana gabriel.

” tar mereka gue telfon, gue balik dulu, shilla keburu kering nunggu gue. ”

Akhirnya mereka berempat tinggal di sekolah untuk menyiapkan rencana gabriel, cakka sama agni nggak jadi basket dan alvin sama
sivia melupakan sejenak masalah mereka.

Malam harinya.

Di rumah rio.

Rio yang habis mandi langsung buru-buru nemuin ify yang lagi baca majalah gara-gara denger kabar dari gabriel.

” fy, loe udah denger rencana gabriel?”

“ udah.”

“ bagus deh! Gue nggak harus terangin ke elo, gue besok check up ke rumah sakit. ”

“ sendiri aja ya! Gue udah terlajur janji sama debo!”

‘hemh..debo lagi!’ pikir rio kesal.

“ iya!” jawab rio jutek sambil masuk lagi ke kamarnya.

Sabtu pagi yang cerah.

Shilla bangun dan mendapati hpnya sedang bergetar hebat.

One incoming call...sivia.

“ hallo..” sapa shilla.

“ hallo shil, loe udah bangun?”

“ udah, kenapa?”

“ em..anu..”

“ anu apaan?”

“ bantuin gue kerjain soal geo dong!”

“ ya udah, gue siap-siap dulu, tar gue ajarin di sekolah.”

“ sekarang aja shil! Loe bacain jawaban loe aja!”

” tapi ini udah jam 6 lebih vi, tar gue telat!”

“ tapi gue belum kerjain prnya?”

“ tar aja di sekolah!”

“ nggak bisa ini kan namanya pr! Pe-ker-ja-an-ru-mah, bukan ps! Loe bacain sekarang !”
Akhirnya shilla mengalah dan membacakan prnya. Hampir 30 menit baru selesai gara-gara sivia banyak tanya, dari yang emang
nyangkut sama pr sampai hal yang sama sekali nggak ada gunanya.

” makasih shil..” ucap sivia.

” iya.” shilla langsung tutup telfonnya dan langsung ada satu sms masuk.

From: kak gabriel

Sory shil, gue nggak bisa jemput.
Loe berangkat sendiri ga papa
kan?

-

To: kak gabriel

Iya.^^
Shilla mengalihkan pandangannya
ke jam dinding kamar nya. 06.45.

“ gue telat!!” seru shilla sambil masuk ke kamar mandi.

Beberapa menit kemudian dia keluar sudah berseragam. Buru-buru shilla menyaut tas dan sepatunya dan lari ke lantai bawah.

“ ma..pa...shilla berangkat!” serunya sambil lari ke garasi.

“ pak dirjo, anterin shilla!” suruh shilla ke supirnya sambil sibuk pakai sepatu.

Sma putra bangsa.

Shilla bener-bener bingung liat sekolahnya yang sepi tanpa penghuni, berkali-kali dia liat jam tangannya yang menunjukan waktu hampir ½ 8.

” ini pada kemana sih? Perasaan jam gue bener?” tanyanya ke diri sendiri dengan bingungnya.

Shilla semakin bingung lagi pas dia lewat lorong yang menuju ke kelasnya. Lorong itu dihiasi banyak burung kertas yang menggantung di langit-langit. Dan di setiap pintu kelas yang tertutup shilla menemukan tanda panah yang menunjuk ke suatu arah, di atas panah-panah itu bertuliskan terjemahan ’aku cinta kamu’ dalam berbagai bahasa.

Karena penasaran shilla ikuti kemana arah yang ditunjuk panah itu. Tetap saja tidak ada seorang pun di sepanjang lorong yang dia ikuti, dan ternyata burung-burung kertas itu tergantung sepanjang lorong. Kekagetan shilla mencapai puncaknya setelah panahnya
habis, tepatnya di lapangan sekolah. Matanya terbelalak melihat sebuah spanduk besar warna putih yang terbentang menutupi lapangan, spanduk bertuliskan SHILLA, I LOVE YOU, di sekeliling tulisan tergambar banyak tanda tangan.

Shilla celingukan mencari seseorang yang sudah membuat semuanya, tapi hasilnya nihil. Sayup-sayup tardengar suara petikan gitar yang makin lama makin jelas. Sosok gabriel keluar dari persembunyiannya dengan
membawa gitar sambil menyanyi dan berjalan ke arah shilla.

Di dalam hatimu, tlah aku temukan
arti kebahagiaan
Bersama dirimu, ku merasa berarti
Sanggupkah dirimu, untuk bertahan hingga waktu takberjalan
Mencintaiku..walau bintangku tak
terang..

Cintailah aku sepenuh hati
Sesungguhnya aku tak ingin kau pergi
Tak kan mampu ku hadapi dunia ini

Betapa hiduku tak kan pernah sama bila kau tinggalkanku
Tetaplah di sini saling memiliki
slama-lamanya..

Cintailah aku sepenuh hati
Sesungguhnya aku tak ingin kau pergi
Tak kan mampu ku hadapi dunia ini
Tiada arti semua bila kau pergi..

Gabriel menghentikan permainannya dan menatap shilla yang kehabisan kata-kata dalam-dalam dan menggenggam tangan
shilla.

” ashilla zahrantiara, ini semua gue buat khusus untuk loe, ini semua tanda tangan anak-anak yang gue kumpulin. ” gabriel mengalihkan pandangannya sebentar ke
bentangan spanduk.

” shil, dan semua burung kertas, kalo loe tadi sempet ngitung jumlahnya seribu, itu semua gue buat dengan satu harapan.. ” gabriel menggantung kata-katanya. Dia berlutut di depan shilla sambil menunduk,mencoba mengendalikan detakan jantungnya yang sudah tidak terkontrol, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.

” harapan gue Cuma satu, gue bisa jadi orang yang mengisi hati loe dan selalu ada buat loe, ashilla zahrantiara mau nggak loe kabulin permintaan gue ini? would you be my girl ?” gabriel menatap shilla yakin, shilla diam.

” shil? Gimana?”

” em..iya kak.” jawab shilla malu-malu.

” sekali lagi! Gue nggak denger.” suruh gabriel jail sambil berdiri.

” iya, gue mau jadi cewe loe!” seru shilla.

PRET...PRET....semua siswa yang tadi dibajak alvin dan disuruh sembunyi keluar dari persembunyiannya sambil meniup terompet dengan hebohnya terus bubar ke kelas masing-masing gara-gara bel pergantian jam
bunyi.

“ kak iel? Loe nekat banget sih? Gue malu tau!” bisik shilla ke gabriel.

“ hhe..biarin! oke kan ide gue? Ini gue harus ngurus ijin buat nggak pelajaran dan ngotorin sekolah ke guru-guru, kepsek, dinas pendidikan, pemuda dan olah raga, dinas kehutanan, dinas perhubungan, dinas perpajakan, dinas pariwisata, who, unesco..”

” ngaco loe!” potong shilla.

” CIE....” sorak rio, cakka, alvin, ify, agni, dan sivia sambil menghampiri mereka berdua.

“ selamat bro!” ucap rio sambil menepuk pundak gabriel.

“ cie..shilla..udah jadi pacarnya pangeran iel sekarang?” goda agni, shilla Cuma nyengir.

“ pasti kalian semua terlibat?” selidik shilla.

” hhe..tadi pagi gue sengaja telfon biar loe telat.” Aku sivia.

“ anak-anak tadi pagi pada dicegat alvin suruh ngumpet.” Lapor cakka.

“ yang penting nanti istirahat kita makan di kantin sepuasnya! Iel yang bayar !” usul rio.

” setuju!” jawab yang lain kompakan.

” shil, loe bawa duit nggak?” tanya gabriel.

” waduh kak, gue nggak bawa.” jawab shilla panik.

” hha..canda doang kali! Iya, tar loe semua gue traktir makan, khusus rio, gue punya yang paling spesial !”

” loe emang sohib gue yel! Apaan?” kata rio penasaran.

” sandal japit gue! Hha..”

” sompret loe!”

” udah! Sekarang kita ke kelas! Mau pada pelajaran nggak?” ajak agni.

” yuk!” jawab shilla sambil rangkul agni.

” duluan semua..” pamit sivia. Shilla, ify, agni, dan sivia jalan ke kelasnya.

” shil..” panggil gabriel setelah mereka agak jauh.

” apa?” tanya shilla sambil balik badan.

” i love you!”

Shilla Cuma senyum dan lanjutin jalannya.

“ ckckck..cewe gue cantiknya kagak ketulungan!” gumam gabriel.

“ tapi manisan juga calon pacar gue!” kata cakka.

“ siapa cak?” tanya rio.

“ ify!” jawab cakka asal.

“ gua bikin prekedel loe!”

“ hha..agni lah!”

“ loe bertiga mau disitu apa mau masuk?” tanya alvin yang udah jalan duluan.

“ kodok...tunggu daku!!” seru cakka heboh sambil kejar alvin.

“ kodok-kodok, loe pikir loe nggak medok?”

“ mboten, benten mas, kula ngayogyakarta panjenengan malang, sami kalian nasipipun panjenengan! Malang !” cakka mengerahkan bahasa jawanya.

Tiba-tiba DUG..cakka nabrak tiang.

“ untalen kui malang! Hha...” cibir alvin.

” sialan ni tiang! Ganggu orang lewat aja! Untung muka ganteng gue nggak benjol. ” cakka ngomel sambil pukulin tiang.

” itu tiang tiap hari juga berdiri di situ bego!” cibir rio sambil meninggalkan cakka. Alvin sama gabriel udah duluan.

” woe....tunggu gue!!” seru cakka
sambil kejar sohib-sohibnya.

Jam istirahat.

D’orions dan ify dkk kumpul, menagih pj shilla-gabriel.

” heh! Orang-orang kagak laku! Mau makan apaan loe?” tanya gabriel ke cakka, rio dan alvin.

” heh! Kunyuk! Baru jadian tadi pagi aja belagu loe!” jawab cakka sewot.

” hhe..iya, loe bertiga mau pesen apaan?”

“ gue bakso, siomay, mie goreng, gorengan, sama es jeruk!” pesan cakka kalap.

“ buset dah! Cak, loe laper apa kesurupan?” sela rio.

” Mumpung gratis.” Jawab cakka enteng.

“ dasar muka gratisan! Sepatu gue sekalian loe makan ni!” cibir gabriel sambil mau lepas
sepatunya.

“ loe cobain dulu! Tar kalo enak gue makan deh sepatu loe!”

“ biarin cakka ngoceh! Yang lain pesen apaan?”

” mie ayam sama es teh!” jawab alvin.

” yang lain?”

” samain!” jawab ify dkk dan rio.

Sambil makan mereka ngbrol.

” ag, tar jadi?” tanya cakka.

” cie...agni..mau kemana tu?” goda ify.

” apaan sih? Basket doang!”

” halah..basket plus-plus!”

“ loe kali! Mau kemana tar sore?” goda agni balik.

Lagi-lagi dada rio memanas, dia Cuma diem mengedalikan perasaan yang udah nggak karuan.

“ apa loe? Ngriri? Buruan jadian sama kak cakka makanya!”

” idih..ogah gila! Kapan loe mau kenalin cowo loe ke kita?”

” besok deh, tar loe terpesona lagi! Hhe..”

BRAK..rio gebrak meja.

” eh..cakka ya ampun..” latah cakka yang asik makan.

” gue ke belakang bentar!” pamit rio dingin terus pergi.

“ aduh..” gumam gabriel pelan.

“ kenapa tu orang? Makin hari makin aneh aja?” tanya ify beneran nggak ngerti rio kenapa.

” nggak! Gue susul dia dulu.” Jawab alvin terus ikutin rio yang pergi ke teman belakang sekolah.

Di taman.

Rio duduk sambil menyembunyikan kepala di antara lututnya.

“ bro..” sapa alvin sambil menepuk pundak rio, rio menoleh.” Loe kenapa?”

“ gue juga nggak tau!”

“ yo, gue kenal loe udah kaya sodara gue sendiri, kita udah sahabatan seumur hidup, loe emang ahli buat mecahin masalah dan soal seberat apapun, tapi gara-gara masalah hati loe bisa jadi kaya gini. ”

“ vin! Gue nggak ngerti harus gimana sekarang.”

“ yo-yo..jawaban masalah loe Cuma satu, jujur sama hati loe!”

“ tapi gue beneran pusing! Rasanya ada hal yang nentang akal sehat gue. ”

“ kan tadi gue bilang ini masalah hati! Nggak semua masalah bisa loe pecahin pake logika loe yang dikagumi banyak orang itu, nggak
semua masalah bisa loe selesaikan dengan teori dan rumus-rumus yang loe hafal di luar kepala!”

“ maksud loe apaan sih?”

“ dasar bego! Loe pernah ngrasain sesuatu yang nggak pernah loe pikirkan nggak ?”

“ tambah pusing gue!”

“ ify! menurut logika gue sebagai sohib loe, dia bukan tipe loe banget, tapi nyatanya loe jatuh cinta kan sama dia ?”

Akhirnya rio tersenyum mengerti.

“ dan yang harus loe lakukan adalah apa yang rasa itu bisikin ke elo, ngerti loe ?”

Rio mengangguk.

“ tapi dada gue rasanya sesek banget pas ify nyebut bahkan muji cowo lain, gue mau marah gue bukan siapa-siapa dia ?”

“ itu bagian dari indahnya jatuh cinta bro! Loe nikmatin aja!”

“ apa gue egois kalo saat ini gue pengen milikin ify seutuhnya? Cuma buat gue ?”

” nggak! Cinta emang butuh keegoisan, dan kalo loe percaya ify itu jodoh loe, pasti bakal ada jalannya. ”

> bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar