Senin, 01 Agustus 2011

Cinta Nano-nano part 16 (repost)

@ halaman rumah ify.

Rio masih nganterin ify balik, tadinya ify Cuma pengen bareng sama rio sampe perempatan komplek tapi rio maksa nggak mau berhenti dan nganter ify sampe depan rumah.

“ makasih ya kak.” ucap ify sambil turun dari mobil rio.

“ iya, sama-sama!”

“ loe istirahat yang bener! gue nggak ganggu loe deh malem ini.”

“ fy, gue besok nggak jemput sama nganter loe balik ya!”

“ iya, nggak papa! Emang kenapa?”

“ gue mau ada urusan.”

“ oke! Pulang sana! Istirahat!”

“ siap bos!” jawab rio sambil hormat, ify tutup pintu mobil terus rio pulang.

@ rumah aren.

Septian main dulu di rumah aren, ngobrol macem2, termasuk sekolah, sahabat, mantan pacar, dll, becanda, pokoknya kenalan lebih lanjut, dan diperoleh satu kesimpulan kalo mereka nyambung.

@ rumah sivia.

Kedatangan alvin sama sivia disambut oleh seruan seorang anak laki2.

“ kak pia..” sapa anak itu girang.

“ hey vano..” jawab sivia seneng banget sambil peluk vano, tapi pandangan vano tertuju ke alvin.

“ hey..” sapa alvin sambil senyum.

“ eh, iya lupa! Kak alvin, ini vano, adik sepupu aku, vano, ini kak alvin, temen kakak!” kata sivia.” Ayo vano kasih salam ke kak alvin!” suruh sivia lembut. Vano ulurin tangannya.

“ hallo kak, aku vano, murid tk kasih bunda kelas b yang paling imut umur 5 tahun, kakak ini pacarnya kak pia ya?” kata vano polos.

“ kak al-vin! vano kan masih kecil, nggak boleh ngomong pacar2an dulu dong! kita semua berteman.” Jawab alvin lembut.

“ ye..kak alvin nggak gaul ah! Kak pia ini kan pacar vano.” Kata vano polos.

“ hhe..kamu lucu!” alvin cubit pelan pipi vano.

“ kok malah ngobrol disini? Masuk yuk!” ajak sivia terus masuk duluan, vano narik alvin ke dalem rumah. Nggak lama mama sivia keluar sambil nenteng tas.

“ untung kamu udah pulang vi.” Kata mama sivia agak keburu2.

“ mau kemana ma?”

“ mau ke toko dulu, ada pesenan kue, kamu jagain vano ya! bantuin dia kerjain pr, itu udah ditulis di buku penghubung, jangan lupa makan malemnya! Nak alvin tolong juga ya!”

“ iya tante, nanti saya pulangnya nungguin tante pulang juga deh!” jawab alvin.

“ mama berangkat vi.” Mama sivia langsung pergi.

Sivia, alvin, sama vano duduk bertiga dikursi tamu. Sivia buka2 buku penghubung vano dan baca apa pr vano.

“ vano besok harus nyanyi di depan kelas ya?” sivia memastikan.

“ iya! Tapi vano bosen nyanyi lagu yang kaya gitu terus kak!” keluh vano manja.

“ emang vano maunya nyanyi lagu apa?” tanya alvin.

“ yang keren gitu loh!”

‘lagu anak2 yang bisa keren apaan yah?’ pikir alvin dan sivia.

“ kakak tau!” ceplos alvin.

“ apaan kak?” tanya sivia dan vano kompakan.

“ kakak punya lagu yang keren banget buat kamu!”

“ apaan kak?” tanya vano semangat.

“ kakak nyanyi dengerin ya!”

Awan putih, langit biru, terbentang indah lukisan Yang Kuasa

Ku melayang di udara, terbang dengan balon udaraku

Sungguh senangnya lintasi bumi, oo..indahnya dunia..

Alvin nyanyi sambil joget2 (kaya pas big3)

PROK..PROK...PROK...sivia sama vano tepuk tangan heboh.

” vano mau nyanyi lagu itu!” seru vano semangat.” Tapi bu guru suruhnya 2 lagu.” vano murung lagi.

” tenang! Kakak masih punya.” jawab alvin.

Ku lihat awan seputih kapas,

arak berarak di langit luas

Andai ku dapat ke sana terbang,

akan ku raih ku bawa pulang..

” ye..kak alvin keren.” puji vano sama sivia.

” vano bisa?” tanya alvin lagi.

” bisa banget!” vano terus praktekin lagu yang diajarin alvin tadi. Lucu banget, bikin alvin sama sivia ngakak sekenceng2nya, sampe nggak sengaja alvin rangkul sivia.

“ eh kak.” Kata sivia kaget campur salting sambil liatin tangan alvin yang melingkar dipundaknya.” nggak enak ada vano!” bisik sivia.

” eh, sory vi!”

” pacaran..pacaran..pacaran..” sorak vano.

“ hush! Nggak boleh ah!” kata sivia malu2.

” kak pia, vano mau didongengin lagi dong.” rengek vano.

” iya deh! Sini!” vano duduk di antara alvin sama sivia, terus dirangkul sama sivia. Sivia cerita tentang pinokio.

” hoahemm..” alvin nguap.

” sstt..” desis sivia nyuruh alvin diem gara2 vano udah tidur.

” ups..gue gendong dia ke kamar aja ya vi?” tawar alvin setengah berbisik. Sivia ngangguk. Alvin bopong vano ke kamar yang ditunjukin sivia, setelah itu mereka keluar lagi.

” huah..capek juga!” sivia lemesin badannya.

” gue tambah sayang deh vi sama loe.” kata alvin.

” heh? Kenapa kak?”

” loe itu cewe yang keibuan banget, sabar lagi.” puji alvin.

” hhe..kakak bisa aja! Aku juga kaget liat kakak, ternyata kakak itu penyayang ya? Kayanya kakak juga suka sama anak kecil?”


” hhe..gue emang suka sama anak kecil, dari dulu gue pengen punya adek, tapi nyokap gue kan kena kanker rahim dulu, sampe baliau meninggal, jadinya nggak kesampean deh!” jawab
alvin disambung dengan senyum getir.

” aduh, maafin via kak, via nggak maksud buat kakak sedih.” kata sivia menyesal.

” nggak papa kok! Gara2 loe gue kuat sekarang, makasih ya vi.” kata alvin tulus.

” iya, sama2.” jawab sivia sambil senyum.” eh, kakak kok jago banget nyanyi lagu anak2 kaya tadi?”

” hhe..itu lagu gue sama rio waktu kecil, kita berdua dari kecil udah lain dari yang lain, nggak mau nyanyi lagu yang sama kaya anak lain.”

” kakak sama kak rio deket banget ya?”

” banget! Gue udah anggep dia sodara gue sendiri, dia itu udah kaya kakak gue sendiri, loe tau kalo rio bakal lakuin apapun buat nyenengin gue? Gue jadi inget waktu dia berusaha keras buat gue semangat lagi abis nyokap gue meninggal, orang yang nggak pernah menyerah, gue kagum sama rio vi!”

“ so sweet deh kalian! Tapi via juga kagum kok sama kak rio apa lagi sama kakak, ify beruntung dapetin kak rio, dan via jauh lebih beruntung lagi bisa ngisi hati kakak sekarang, seorang alvin jonathan sindunata si pangeran es!”

“ hha..nggak gitu juga kali!”

Tiba2 mama sivia pulang.

“ eh, tante udah pulang.” Sambut alvin, mama sivia senyum.” kalo gitu alvin pamit pulang dulu tante.” pamit alvin terus salaman sama mama sivia. Alvin pulang.

@ kamar rio.

Rio lagi bikin proposal buat pensi, tiba2 bu manda masuk ke kamar.

” yo, belum tidur? Udah jam 9 lebih loh.” kata bu manda sambil duduk di samping rio.

” bentar lagi ma! tanggung! Dikit lagi kelar, besok harus udah dikasih ke bu ira.” jawab rio tetep asik sama laptopnya.

” basok kemoterapi pertama kamu, kamu mama tunggu jam 2 di rumah sakit, jangan telat pake alasan apapun!”

” iya mama sayang, besok mau rio jemput di kantor?”

“ nggak usah! Mama dijemput sama ray.”

” o..ray ikut besok ma? Emang mama mau diboncengin naik motor?”

“ iya! Siapa bilang naik motor? Ray besok mama suruh naik taksi kok, biar abis kamu kemo dia bisa setirin mobil kamu.”
“ lah?! Rio kan bisa nyetir sendiri ma?”
“ udah! Kamu ikutin mama aja!”
” iya deh!”
” mama ke kamar dulu, kamu istirahat!”
” iya ma! Ini udah kelar kok!” kata rio sambil matiin laptopnya.
Keesokan harinya.
@ smp tunas negara.
Pagi2 ray udah berangkat sekolah.
” pagi oliv..” sapa ray pas lewat bangku olivia.
” pagi.” jawab olivia ketus.
” loe kenapa liv?” tanya ray bingung.
“ menurut loe?” tanya olivia balik dengan juteknya, dia lempar komik yang abis dia baca ke meja.” Ik, gue ke perpus bentar!” pamit olivia ke oik terus dia ngacir. Ray mengalihkan pandangannya ke oik dengan tatapan pengen tanya’kenapa?’, oik Cuma geleng2 bingung juga. Ray lanjutin jalan ke mejanya, ozy udah dateng duluan.
“ pagi zy.” Sapa ray seperti biasa sambil banting ranselnya ke meja terus dia duduk. Ozy Cuma liatin ray dengan tatapan sinis terus pergi.
“ lah?! Apa salah gue sih?” kata ray bingung.
Jam istirahat.

Ray beneran gerah dari tadi pagi dicuekin sama ozy, selama pelajaran tadi mereka Cuma diem2an, setiap ray tanya ozy nggak jawab kalo nggak jawab dengan tatapan sinis dan kata
seadanya menjurus ke kasar dan nggak peduli, jam istirahat ozy langsung ngacir juga, pergi gitu aja. Ray putusin buat tanya ke deva.
“ dev, salah gue apaan sih? Dari tadi gue dijutekin mulu sama oliv sama ozy, loe tau nggak kenapa?”
” heh?! Loe nggak sadar mereka cuekin loe kenapa?”
” enggak.”

” loe tu bodo, bego, apa dongo?”

“ kok loe malah ngatain gue sih?!”

“ ya elo! Loe ngerti nggak kalo mereka lagi jeles sama loe?”

” emang gue ngapain?”

” ya ampun! Beneran bego ya loe?! Loe kemaren ngapain deket2 sama acha?!”

” huitsh? Gue kemaren nggak ngapa-ngapain! Yang jelas acha kemaren minta gue ngajarin dia ngedrumm, itu doang!”

” tapi loe ngajarinnya pake mesra2an kaya kemaren itu ngapain?”

” ya, namanya belajar ngedrumm kan ya harus dempet2an kaya kemaren, masa gue smsan buat ngajarin acha ngedrumm?! lagian gue udah beneran insap mainin cewe! Gue nggak bakalan makan temen sendiri, gue juga nggak ada rasa sama acha, tertarik aja nggak, ya Cuma gue akuin kalo dia cantik, udah itu doang!”

” loe jelasin deh ke oliv sama ozy!”

” heu..tapi kayanya nggak bisa hari ini! Gue ada janji sama nyokap gue!”

Siang harinya.

@ halte bis deket sekolah.

Agni, ify, sivia, sama shilla lagi nunggu bis. Agni harus nunggu bis karena cakka harus ikut ulangan susulan. ify, gara2 rio ada urusan, sivia sama shilla, sengaja minta alvin sama gabriel nggak nganter pulang karena pengen melakukan aksi solidaritas.

Tiba2 ada cagiva merah berhenti di depan mereka, yang tak lain pengendaranya riko.

” riko..” sapa agni.

” hai agni, plis loe ikut gue sekarang! Gue pengen ngomong sesuatu ke loe, gue udah bener2 nggak sanggup sembunyiin ag!” kata riko yakin.

” penting banget ya?” agni memastikan.

“ iya! Loe ikut gue buruan!” dengan agak ragu agni naik ke motor riko terus mereka jalan. Ternyata nggak jauh dari situ cakka liat, ulangannya diundur gara2 gurunya ada acara, cakka langsung gember motornya kejar agni sama riko yang juga lumayan ngebut.

“ k..kk..kak..kak cakka..” kata ify gagap gara2 kaget liat cakka yang tiba2 lewat bawa motor nggak pake aturan.

“ waduh gawat!” ceplos shilla.

“ haduh..semoga mereka nggak ada apa2!” sivia juga ikutan panik.

Di sebuah taman.

Riko bawa agni duduk di bawah pohon.

“ agni, gue pengen ngomong seseuatu ke loe!” kata riko serius.

“ apa?”

“ ag, gue tau loe punya cowo, tapi gue juga nggak bisa bohong! Gue sayang banget sama loe!” kata riko, tiba2 BUK..cakka yang baru dateng, tapi cukup buat denger kata2 riko barusan, nonjok pipi riko keras banget.

“ cakka..” jerit agni.

“ heh?! Loe siapa?” riko nyolot, dia berdiri, kepalan tangannya gantian mendarat di pipi cakka, bibir cakka berdarah.” Makan tu! Sialan loe nonjok gue sembrangan!” lanjut riko sinis.

” kurang ajar loe!” BUK..tinju cakka mendarat di perut riko.” gue cowonya agni!” bentak cakka emosi tingkat tinggi. BUK.. pukulannya mendarat lagi di perut riko.

” loe pikir gue peduli? Jangan ngarep loe! Gue suka sama cewe loe! Gue mau dia jadi punya gue!”

” kampret loe!” Cakka sama riko akhirnya gebuk2an.

” STOP!!!!!” jerit agni. Cakka sama riko berhenti dengerin jeritan agni.” loe berdua kaya anak kecil tau nggak?! Loe cakka, apa loe nggak bisa percaya sama gue? Buat loe riko, sory gue Cuma anggep loe temen.” agni langsung pergi, cakka sama riko Cuma bisa mematung liatin agni pergi.

” ini semua gara2 loe tau nggak?!” bentak cakka sambil narik kerah riko.

“ heh loe! Emang gue nggak tau cerita loe sama agni kaya gimana?!” bentak riko balik sambil nglepasin tarikan cakka kasar.

“ mau loe apa sekarang? Setau gue loe ketua osis, kenapa nggak tau adat ngambil cewe orang?”

“ heh! Ini masalah pribadi gue! Ngapain loe bawa2 yang lain?! Ngrasa kalah loe sama gue?”

” sialan!” cakka emosi tinggkat tinggi hampir aja pukulannya mendarat lagi dimuka riko, tapi ditepis sama riko.” Mau loe apa sekarang?”

” kita tanding! Kalo gue yang menang, loe iklasin agni buat gue! Kalo gue kalah, gue bakal mundur buat kejar agni!”

” tanding apa?”

” balapan motor! Deal?”

” deal!” jawab cakka yang terbawa emosi.

” gue tunggu loe minggu depan di track deket sekolah gue!”

“ oke!” mereka berdua bubar.

@ rumah sakit.

Rio teriak2 nggak karuan nahan sakit yang kebangetan gara2 kemoterapi.

” arghhh...mama...sakit ma...sakit banget ma....” jerit rio sedikit tertahan sambil guling2, tangannya coba peluk badannya sendiri.

” iya mama tau! Sabar ya sayang! rio yang kuat ya!” bu manda memberi semangat, sebenernya air matanya juga mau jatuh tapi buat rio bu manda berusaha kuat.

“ sakit ma..argghh...sakit...rio nggak kuat ma...sakit banget...”

“ iya sayang, rio yang sabar ya! Mama tau rio kuat.” Kata bu manda yang bingung harus ngapain liat rio kesakitan sambil ngusap keringat di muka rio yang udah mangucur deras gara2 nahan sakit. Tiba2 rio angkat kepalanya buat jauhin tempat tidur, dia muntah2, abis itu terbaring lemes, tenaganya udah bener2 abis.

Dokternya datengin bu manda dan rio.

“ biar rio istirahat sebentar ibu! Tenaganya pasti terkuras buat kemoterapi ini, tapi rio hebat bu, sampe sekarang kondisinya masih stabil dengan aktivitasnya yang banyak. Mari ke meja saya sebentar.” Kata dokter, bu manda langsung ikutin dokter ke mejanya.

Di meja dokter yang diskat sama bed pasien.

Ray udah duduk disana, nggak berani temenin rio, nggak tega juga.

“ ma, gimana kak rio?” tanya ray ke bu manda.

“ lagi istirahat! Kamu temenin sana! kakak kamu udah tenang kok!” suruh bu manda. Ray dengan langkah berat jalan ke tempat rio.

” kak..” sapa ray pelan, rio yang abis manatap kosong keluar jendela liatin ray.

” hmm.” jawabnya lemes.” gue haus.” lanjutnya pelan. Ray langsung ngambilin minum rio, rio minum pake sedotan.

” gimana keadaan loe?”

” mendingan, mama mana?”

” tu lagi sama dokter.”

” gue boleh pulang belom?”

” kata dokter, pulangnya nunggu loe baikan, kalo loe udah baikan ya boleh pulang, tapi jangan dipaksain!”

” gue udah baikan, pulang yuk! Nggak betah gue!” rio bangkit pelan2. terus dia jalan ke meja dokter pelan2 juga+sempoyongan.

“ eh, rio kok udah kesini?” tanya bu manda sambil ngangkat tasnya yang dia taro dikursi buat mempersilahkan rio duduk.

“ rio udah baikan kok.” Jawab rio sambil duduk.

“ gimana rio?” tanya dokter.

“ dok, ada paket yang kemoterapinya enakan nggak? Sakit banget ni dok.” jawab rio sambil cengar-cengir, suaranya masih serak abis teriak2. pastinya dokternya juga bingung mau jawab apa.” eh ray, dari pada loe nganggur, mending loe pijitin gue, badan gue pegel banget ni!” suruh rio ke ray.

” heu..” dengus ray.” yang mana?” tanya ray ½ nggak iklas.

” sini deh!” kata rio sambil nepuk pundaknya. Ray pijitin rio sambil dengerin penjelasan dokter.

“ rio, kondisi kamu saat ini stabil, tapi jangan terlalu banyak beraktivitas karena setelah kemoterapi kondisi kamu akan melemah juga, minggu depan jangan lupa, ini ada beberapa tambahan obat yang harus kamu minum!” jelas dokter sambil ngulurin resep.

“ ya ampun! Obat lagi!? Tapi dok, minggu depan saya ada ulangan semester, kalo saya bolos seminggu gimana dok?” tanya rio seenaknya.

“ kalau berobat yang bener loe!” sela ray sambil pukul pundak rio.

“ dok, kan ada efek rambut bakal rontok, jangkanya berapa hari ya?” tanya rio lagi.

“ dua-empat minggu setelah ini, tergantung dari ketahanan kamu juga.”

” heu..lumayan! masih bisa basket, pensi, sama ke lombanya ray!” rio menyusun jadwalnya.

” tapi rio, bukan maksud dokter ikut campur, tapi dokter mengusulkan kamu mundur dari posisi yang penting, kamu tau kondisi kamu yang bisa drop kapanpun? Dan kalau posisi itu tidak kamu tinggalkan, apa yang terjadi kalau kamu down di saat yang diperlukan?”

” kayanya juga harus gitu deh dok! Tapi selama saya masih kuat saya usahakan yang terbaik.” rio ngeyel.

” baru kali ini saya nemu pasien bandelnya setengah mati, kebanyakan pasien saya, biasanya sudah dikarantina kalau sudah mengidap penyakit seperti kamu, kamu masih saja nurut mau sendiri.”

” hhe..saya jadi terharu!”

” nggak ada yang muji loe!” sela ray jengkel.

” sudah dok? Kami permisi dulu.” pamit bu manda. Mereka pulang.

Di jalan.

Ray nyetir mobil rio. Rio sama bu manda duduk di joke belakang.

“ ma, rio pengen tidur di pangkuan mama kaya dulu!” pinta rio.

“ sini!” rio tidur di pangukuan bu manda.” Rio udah baikan sekarang?” tanya bu manda sambil ngelus rambut rio.

“ arghh..ma, kepala rio sakit.” Erang rio pelan sambil pegangin kepalanya.

“ aduh, gimana sayang? Sakit banget ya?” tanya bu manda agak bingung.

“ udah nggak terlalu.” Kata rio pelan.” Ray, loe bawa mobil yang bener! Nggak usah nengak-nengok!” lanjutnya, ternyata rio agak nglirik ke ray yang dari tadi tengak-tengok kawatir sama dia. Beberapa waktu kemudian mereka sampe di rumah.

@ rumah ify.

Agni dateng ke rumah ify sambil nangis2.

“ agni, loe kenapa? Kok sampe nangis2 gini sih?” tanya ify kawatir.

” tadi riko nembak gue, terus..terus..hickz..hickz..” cerita agni terisak.

” loe tenangin diri loe dulu deh! Ini minum dulu!” kata ify sambil nyodorin minum ke agni.

Setelah agni tenang.

“ kenapa loe sampe kacau gini sih ag?” tanya ify lembut.

“ gue tadi ditembak sama riko, terus cakka liat dan dia tau semuanya, mereka berdua tadi berantem di taman, gue suruh mereka berhenti terus gue tinggal mereka ke sini, gue sebel banget sama mereka berdua!” jawab agni menggebu2.

“ terus loe sama kak cakka gimana?”

” nggak tau! Gue pusing!”

” em..gini, loe mending sekarang pulang loe tenangin diri loe, besok loe bicarain ini baik2 sama2 kak cakka!”

” tapi gimana kalo cakka marah sama gue?”

” gue yakin nggak! Dia sayang banget sama loe! Mungkin tadi dia emosi karena takut kehilangan loe.”

” oke! Gue pulang dulu ya fy! Makasih.” Pamit agni.

“ iya sama2! Ati2 di jalan ya ag!”
bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar