Senin, 01 Agustus 2011

cinta nano-nano part 18 (repost)

@ rumah sakit.

Setelah sekian lama meriksa rio, akhirnya dokter keluar juga.

“ gimana anak saya dok?” tanya pak putra spontan.

“ rio kritis pak! Saat ini dia koma, kita berdoa semoga dia cepat membaik, kami juga banyak berharap dari jiwa fighting rio pak.” jawab dokter dengan berat hati.

” kok bisa dok?” tanya pak putra setengah nggak percaya.

” setiap orang punya batas untuk menghadapi rasa sakit, dan rio mungkin karena rio tubuh rio tidak sanggup menerima dosis obat yang diberikan untuk penyembuhannya.”

” boleh kami jenguk rio pak?” sela bu manda.

“ silahkan!” bu manda, pak putra, sama ray buru2 masuk ruangan.

Bu manda shock liat kondisi rio yang terbaring koma, nangis di pelukan pak putra. Nggak tau dapet keberanian dari mana, ray yang biasanya nggak tega liat rio sakit kali ini berani deketin rio.

“ kak rio, ini gue, ray! Gue yakin loe bisa denger gue! Loe bangun dong! Tunjukin semangat seorang mario yang buat semua orang bangga dan kagum sama loe! Loe nggak kasian liat mama nangis? Dan loe tau?! Kak ify udah dandan cantik banget buat loe, loe nggak mau liat dia lagi? Plis kak, bangun!” kata ray datar dari samping rio, berharap rio bakal bereaksi, ternyata nggak. Malem ini ray, bu manda, sama pak putra nginep di rs nunggu rio.

Keesokan harinya.

@ rumah sakit.

Ray nggak mau berangat sekolah gara2 mau nemenin rio, bu manda juga nggak kerja, pak putra tetep kerja seperti biasa. Rio masih belum sadar.

@ sma putra bangsa.

Alvin, cakka, gabriel, shilla, sivia, agni, dan terutama ify berharap banget dapet penjelasan dari rio hari ini, tapi ternyata rio nggak berangkat.

Pulang sekolah mereka meeting lagi.

“ rio kemana sih? Kemaren batalin janji tanpa keterangan, hari ini alfa gitu aja! Untung otak dia bisa diandelin jadi nggak ada remid yang harus dia ikutin.” kata gebriel.

” fy, loe beneran nggak tau rio kemana?” tanya cakka ke ify.

” gue nggak tau! Gue juga lagi bingung! Kak alvin loe kan sohibnya rumah loe juga paling deket, masak loe nggak tau kak rio kemana?” kata ify.

“ tadi pagi gue ke rumahnya, tapi bener2 kosong nggak ada orang, ray nggak ada, om putra juga, tante manda juga nggak ada, rionya apa lagi.” jawab alvin.

“ hah! Kemana sih tu bocah?! Nggak biasanya banget!”

Dua hari kemudian..

Masih sama, belum ada yang dapet informasi dimana rio. Hari ini anak basket yang meeting ngomongin rio.

“ gimana ni? Rio sarap dah! Seenaknya dia kabur gitu aja!” omel gabriel.

“ loe semua kenapa baru sekarang ngomong sama gue kalo rio ngilang? Hah?” tanya septian.

“ gue kira dia Cuma pergi sebentar, nggak taunya berhari2 gini, lagian masak ify nggak ngomong sama loe?” Jawab alvin.

“ ify ngomong sama gue, tapi gue nggak tega minta kejelasan kenapa rio sama dia, ify sedih banget, harusnya loe semua juga ngomong sama gue! loe ada yang tau nggak rio kemana?”

“ nggak! Kata ozy pas gue tanya gimana kabar ray, raynya juga ngilang gitu aja!” jawab gabriel.

“ oke! Sekarang gini, irsyad loe gue masukin sebagai pemain tetap! Hari ini loe semua latian! Tinggal beberapa hari lagi, gue bakal cari kejelasan dimana rio.” septian memberi instruksi.

“ oke! Tapi loe harus bawa berita dimana rio!” jawab alvin yakin.

“ gue usahain.” septian langsung pergi.

Di rumah rio.

Septian berkali2 ketuk pintu rumah rio, nggak ada yang jawab atau bukain pintu, sampai septian akhirnya yakin kalo rumahnya kosong, dia mutusin buat nunggu, agak lama dia nunggu, akhirnya mobil pak putra masuk ke halaman rumah, septian nyambut pak putra.

“ sore om.” Sapa septian datar gara2 liat ekspresi pak putra yang kecapekan.

“ sore, ada perlu apa ya?”

“ em..saya temennya rio om, saya mau cari tau dimana rio om.” Kata septian sesopan mungkin.

“ kamu tau soal kondisi rio?”

” maksud om, soal penyakitnya? Kalo iya saya tau om!” jawab septian.

“ hemh..kamu tunggu sebentar! Nanti saya bawa kamu ke tempat rio!” septian nunggu beberapa waktu.

“ ayo!” ajak pak putra sambil nepuk pundak septian dari belakang.

“ iya om! Saya ikutin om pake mobil saya.” Mereka berangkat ke rumah sakit.

@ ruang icu.

” ayo nak!” ajak pak putra sambil nutup pintu kamar, septian Cuma bengong liat siapa yang lagi terbaring tak sadar di tempat tidur.” rio koma.” lanjut pak putra datar pas sadar septian agak kaget.

” udah berapa lama om?”

” 3 hari.” septian deketin rio.

” yo, ini gue septian, loe bisa denger gue kan? Loe kapan mau bangun? Udah cukup istirahatnya bro! Temen2 loe udah uring2an gara2 loe ngilang gitu aja! Ify udah sampe bengkak matanya nangisin loe, dia kangen berat sama loe, gue udah capek dieminnya! Dia besok ulang tahun bro, loe inget kan? Dia pengen banget ngrayain sama loe, Kemana semangat loe? Masak baru gini aja loe nyerah? Bangun ya yo!” bisik septian di telinga rio. tiba2 septian liat jari rio gerak.

” om! Jari rio gerak!” seru septian. Pak putra buru2 pencet bel rs buat manggil dokter. Nggak lama dokter dateng.

“ kenapa pak?” tanya dokter.

“ tadi jari rio gerak dok!” jawab pak putra.

“ kalau begitu, kalian keluar dulu sebentar! Kami akan periksa.” usir dokter. Septian sama pak putra nunggu di depan pintu. Nggak lama bu manda sama ray yang baru dari kantin dateng.

” kok pada disini?” tanya bu manda agak panik.

” tadi jari rio gerak, terus sekarang dokter lagi melakukan pemeriksaan!” jawab pak putra. Bertepatan dengan selesainya penjelasan pak putra dokter keluar dengan muka sumringah.

” gimana rio dok?” saut bu manda.

” rio sudah lepas dari masa kritisnya, tapi dia masih belum sadar.” jelas doter.

“ terima kasih tuhan..” ucap ray, septian, pak putra, dan bu manda.

“ boleh kami masuk dok?” tanya pak putra.

“ boleh!” bu manda dan pak putra masuk duluan.

Ray sama septian masih ngobrol di luar.

“ ray, loe punya nope gue kan?”

“ iya!”

“ loe kasih tau terus perkembangan rio ke gue ya!”

” iya deh!”

” masuk yuk! Gue pengen pamitan sama bonyok loe!” septian sama ray masuk ke kamar lagi, setelah pamitan septian pulang.

Keesokan harinya.

Septian nyuruh alvin, gabriel, cakka, shilla, sivia, agni, dan ify ngumpul di depan sekolah.

” hemhh..gue pengen ngomong penting sama kalian, kayanya emang udah waktunya kalian tau dimana dan kenapa rio, fy sory kalo loe harus tau ini semua di hari ulang tahun loe.” kata septian.

” kak rio kenapa? Dia dimana?” tanya ify mulai panik.

” dia..” zrrtt..zrrtt..omongan septian diputus sama getar hpnya.

From : ray

Kak, kak rio udah sadar!

” dia kenapa?” tanya alvin makin penasaran.

” gue bakal kasih tau semua tapi gue minta loe semua bisa saling nguatin ya! Jangan sampe rio liat loe semua sedih! Gimana?” yang lain ngangguk.

” oke! Loe semua ikut gue!” mereka semua berangkat ke rumah sakit dengan bonceng2an motor.

@ depan ruang icu.


” semua, rio lagi sakit di dalem! Lebih jelasnya rio yang punya hak buat jelasin, loe semua tunggu di sini bentar ya! Jangan masuk sebelum gue suruh!” kata septian, yang lain pasrah ikutin
kata septian.

Di dalam.

“ hey yo.” sapa septian. Rio yang lagi ngeliat ke luar jendela langsung noleh.

“ yan.” Balasnya pelan.

“ gimana keadaan loe?”

“ lumayan.” Jawab rio sambil senyum.

“ yo, gue rasa ini saatnya loe bilang ke ify sama yang lain tentang penyakit loe, dan loe nggak bisa nolak! Mereka ada di depan, gue sengaja nggak ngasih mereka masuk biar loe siap2 buat jelasin ke mereka, mereka tau loe disini tapi mereka masih nggak tau loe kenapa.”

“ tapi hari ini kan ultahnya ify?!”

” emang! Dia pengen banget rayain bareng loe!”

“ em..bentar! jangan suruh mereka masuk dulu! Gue bakal jelasin semua nanti, tapi sekarang gue pinjem hp loe!” septian ulurin hpnya. Rio telphon ray.

” hallo kak tian.” sapa ray.

” gue rio! loe dimana sekarang?”

” kenapa kak? Gue di rumah ambil baju.”

” Ray gue minta tolong loe beliin kue tart sama mawar putih sama yang merah ya! Buat ify, loe ketuk pintu dulu kalo mau masuk kamar gue, kalo gue bilang masuk baru loe masuk!”

“ iya!”

“ thanks bro!” rio tutup telphon dan dia balikin lagi ke septian.” Thanks yan! Sekarang mereka boleh masuk! Loe jangan bilang ke ify tentang rencana gue tadi!” septian keluar.

“ hey, loe semua udah boleh masuk! Tapi inget kata2 gue tadi!” suruh septian. Mereka semua masuk.

“ hey..” sapa rio pelan, tapi nadanya tanpa dosa. Nggak ada yang jawab, masih speechless liat rio yang terbaring lemah dan masih lengkap dengan infus dan selang alat bantu pernafasan.” loe semua kenapa? Nggak pernah liat orang ganteng nggak berdaya gini ya?”

” r..rio..” kata gabriel gagap.

“ apa? Loe pangling sama gue? Baru juga 3 hari gue tinggal tidur.” Kata rio sambil senyum.

“ tidur?” ceplos alvin.

“ rio koma 3 hari.” Jawab septian.

” koma?” kali ini ify yang nyeplos.

” heu..sini loe semua! Dengerin persconfrens gue! Tapi awas kalo ada yang nangis! Fy, loe duduk sini.” Kata rio sambil lirik kursi di sebelah bednya. Ify ikut aja.” Hemh..gue bingung mau mulai dari mana, oke! Pertama gue minta maaf udah hancurin acara kita buat agni-cakka kemaren, penyakit sialan ini kumat lagi, badan gue sakit banget, nggak tau gimana gue sampe disini, kedua, hp gue nyemplung bak kamar mandi gue gara2 gue udah nggak sanggup kontrol diri gue, makanya loe semua nggak bisa hubungin gue.”

“ banyak omong loe! Ngomong aja susah gitu!” sela alvin.

” iya! Sekarang intinya loe sakit apa?” tambah gabriel.


” gue kena leukimia stadium 4.” jawab rio pelan. Pyar..gleder..kaya ada petir yang nyamber kuping yang denger. Ify langsung terpaku liatin rio, matanya makin lama makin penuh sama air mata yang siap netes kapanpun, agni yang baru dirangkul cakka Cuma bengong, pengen nangis
juga tapi susah, dia rasain badan cakka jadi lemes dan gemetaran, tambah berat rangkulannya. Gabriel nunduk dan pegangan ke pembatas bed, alvin, dia Cuma bangong nggak percaya, matanya juga mulai banjir.

” rio! Loe anggep gue apa? Loe sohib gue dari orok! Loe pasti ada kalo gue butuh loe, tapi kenapa loe nggak percaya sama gue? Kenapa loe nggak cerita masalah beban seberat ini ke gue?” alvin luapin amarahnya tapi tetep masih ditahan sisanya.


“ gimana gue mau cerita coba? Kalian liat diri kalian sekarang? Ekspresi loe lebih ancur daripada
gue pas divonis dokter dulu!”

“ gimana kita nggak sedih coba?” kali ini ify bersuara sambil ngusap air matanya yang dleweran.

“ ya karena gue nggak sedih! Gue aja masih semangat! Malu2in gue loe semua, apalagi loe bertiga, pake nangis lagi?! Siapa yang suruh kalian nangis?”

Agni, sivia, shilla Cuma bisa diem bingung liatin cakka, alvin, gabriel yang mereka kenal paling anti nangis kali ini mereka beneran nangis.

“ woe! Jangan diterusin! Kaya cewe kalian! Jadi kebalik kan? Harusnya kalian yang ngasih semangat ke gue!” kata rio marah-marah.” kaya gue mau kemana aja! Loe denger gue semua, gue janji gue bakal sembuh dan bakal tetep ada sama kalian, lap tu mata! Jangan sampe gue ikutan nangis! Mau ditaro dimana wibawa gue kalo gue nangis!?”

” narsis loe!” kata gabriel sambil ngelap air matanya.

” gue pegang janji loe yo!” tambah alvin.” Gue sebagai kapten basket sma putra bangsa minta loe mundur dari team!” lanjut alvin.

“ oke! Gue mundur! Tapi loe janji bawa piala buat putra bangsa!” jawab rio yakin.

“ kita janji bakal bawa piala buat putra bangsa dan buat loe!” jawab cakka.

“ kaya apa deh gue! Hhe..” rio nyengir.” Rasanya gue pengen kabur dari sini tau nggak? Bosen banget gue disini.”

“ kenapa nggak loe lakuin?” tanya ify sewot denger kata rio barusan.

“ kalo gue bisa, gue kabur dari kemaren2, sekarang gue bangun aja nggak bisa!”

“ sukur dah! Loe suruh istirahat aja ngeyel! Loe inget sesuatu nggak kak?”

“ apaan?”

“ loe beneran nggak inget ini hari apa?”

“ walopun gue abis koma tapi gue masih inget ini hari apa, hari kamis kan?” kata rio tanpa dosa. Ify manyun.

” loe nyebelin ah..”

” masak gue nyebelin? gue kan ganteng.”

“ nggak nyambung!” kata ify sewot.

“ biarin! Yang penting loe tetep sayang sama gue.”

“ siapa bilang? Orang abis ini gue kabur.”

“ boleh! Sono dah! Nggak jadi gue mau ngomong sesuatu.”

“ nggak jadi deh! Loe mau ngomong apa?”

“ hmm..ada maunya aja!”

Tok..tok..tok..pintu diketuk.

“ masuk!” jawab rio agak teriak. Ray masuk bawa kue lengkap sama lilin di sampingnya ada deva, sama ozy yang lagi bawa mawar pesenan rio.

“ surprise..happy birthday ify..” seru rio disambung nyanyian happy birthday dari yang lain.

Happy birthday ify..happy birthday ify..

Happy birthday, happy birthday, happy birthday ify..

Ify bingung, mau seneng apa sedih.

“ hhe..selamat ulang tahun alyssa, gue sayang banget sama loe!” ucap rio.

“ ah..loe nyebelin deh!” kata ify sambil pukul perut rio.

“ heh?! yang masalah nggak inget ultah loe gue emang bohong, kalo yang lain gue serius, sakit ni! Dari tadi perut gue nggak karuan malah loe pukul.” Omel rio sambil cengar-cengir kesakitan.

“ aduh kak, maaf! Gue nggak sengaja, reflek!”

“ iya!”

“ ini semua kak rio yang buat kak ify!” sela ray.

“ makasih kak!” kata ify girang.

” iya, sama-sama!” jawab rio sambil ngacak2 rambut ify.

” heh..malah pacaran! Buruan tiup lilinnya! Keburu ngiler, pegel gue bawanya!” kata ray lagi.

Ify bangun dari kursi dan siap2 niup lilin.

” make a wish dulu kali fy!” sela agni.

“ eh! Gue lupa! Gue punya ide! Kita buat satu harapan sama2 aja yuk! Biar kak rio cepet sembuh!” ajak ify. Mereka semua merem dan berdoa buat kesembuhan rio.

” fush..” ify tiup lilin.

Potong kuenya..potong kuenya..yang lain nyanyi lagi. Setelah selese motong kue partama.


“ potongan pertama gue mau kasih buat kak rio.” Kata ify terus dia deketin rio lagi.” Ni buat loe kak! Makasih buat semuanya, gue sayang banget sama loe, gue janji gue bakal ada saat loe butuh gue! Satu lagi gue minta sama loe, loe jangan pernah ngumpet2 atau nahan lagi kalo loe sakit.”
lanjut ify sambil senyum.

“ iya! Loe boleh bagi sakit loe ke kita semua yo!” tambah alvin.

” thanks semua! Makasih fy, loe udah mau terima gue apa adanya gue, maaf juga kalo hari ini jadi hari ulang tahun yang menyedihkan buat loe, gue juga minta satu hal sama loe, loe jangan nangis lagi ya! Loe nggak boleh jadi cewe cengeng lagi! Buat gue.”

” iya, gue janji!”

” kak, kak rio punya ini buat loe.” Sela deva sambil ngulurin rangkaian mawar merah-putih.

“ wi..bagus! kak rio so sweet..” kata shilla sama sivia barengan.

” praktek pelajarannya cakka tu!” sela gabriel.

“ apa maksud loe?” omel cakka.

” itu kan dari pelajaran loe yang bab 1 cak! Ngrayu!” jawab alvin.

” sialan loe nyet..nyet..”

” kurang ajar loe bilang kita nyet.” omel gabriel.

” hhe..fy, sory Cuma itu yang bisa gue kasih ke loe, sory gue nggak bisa nyiapin kado spesial buat loe, gue mau loe tau bunga mawar yang merah itu kaya cinta gue ke loe yang bakal terus cerah secerah mawar itu, dan bunga yang putih itu lambang terimakasih gue ke loe buat sayang loe yang tulus sama gue, em..sory juga kalo akhirnya jadi kaya gini, tapi gue janji, apapun keadaan gue sekarang gue bakal tetep jagain loe.” kata rio yang bikin satu kamar mengharu biru.

” heu..jangan diterusin! Bisa2 gue langgar janji gue sekarang kalo loe terusin!” kata ify setelah rio diem. Rio senyum.

“ happy birthday ify sayang, semoga panjang umur, sehat selalu, tambah dewasa, tambah cantik, tambah rajin, dan tambah sayang sama gue! Wish you all the best my cinderela.” ucap rio.

“ makasih buat semuanya kak rio, gue sayang banget sama loe, cepet sembuh ya, my prince!” balas ify. setelah itu semuanya gantian ngucapin selamat ke ify.

“ yo, fy, kita pulang dulu! Gue ada perlu, loe cepet sembuh yo! happy birthday fy.” Pamit alvin sambil nepuk pelan pundak rio terus salamin ify.” Yuk vi!” ajaknya ke sivia.

” iya! Makasih kak!” jawab ify.

Alvin langsung pacu motornya keceng2, tapi bukan ke arah rumahnya atau rumah sivia.

Di sebuah pemakaman umum.

Alvin beli seikat bunga terus dia masuk ke makam, sivia ikutin dia, dari tadi sivia nggak tanya apapun, dia tau alvin lagi terpukul tapi dia coba kuat buat rio.

Di samping sebuah nisan.

Alvin duduk dan naro bunga yang dia beli.

“ hallo mama..” ucap alvin sambil ngusap nisan.

’oh, makam mamanya kak alvin.’ Batin sivia baru ngerti. Sivia ikut duduk dan berdoa.


” ma, maafin alvin ya, jagoan mama yang ganteng ini sekarang jarang namuin mama disini, tapi alvin selalu berdoa buat mama kok, ma, kenalin ini sivia, pacar alvin ma! Cantik ya?” kata alvin sambil liatin sivia yang lagi kusuk berdoa.” mama pasti sekarang lagi liat alvin kan? Pasti mama
tau perasaan alvin sekarang, alvin nggak tau harus kaya gimana, rio sakit parah, dia kena leukimia stadium akhir , alvin nggak mau kehilangan lagi ma, rio udah jagain alvin selama ini, dia udah kembaliin semangat alvin, ma, mama tolong bilang sama tuhan ya, jangan ambil rio dulu! Kita disini masih perlu rio, alvin sama temen2 yang lain nggak tau mesti gimana kalo rio pergi juga!” air mata alvin akhirnya tumpah, denger suara alvin nahan tangis sivia tutup
doanya.

” kak alvin..” kata sivia pelan. Alvin langsung peluk sivia.

” vi, gue bingung, gue mesti gimana sekarang? Rio itu salah satu orang yang penting di hidup gue, gue nggak tau apa jadinya gue sekarang kalo nggak ada rio!” kata alvin dengan suara serak, tapi tangisnya udah berhenti.

“ kak, kakak berapa tahun kenal kak rio sih? Dari kecil kan?!” kata sivia lembut. Alvin lepas pelukannya dan liatin sivia.” menurut kakak, kak rio gimana?”

” rio? keras kepala, suka nggak peduli sama diri sendiri, tapi peduli banget sama orang lain, nggak pernah nyerah dalam hal apa pun, buat gue dia kakak yang baik!”

” itu kakak tau! Via yakin banget kalo kak rio nggak bakal nyerah gitu aja sama penyakitnya, dia pasti nggak bakal nyerah juga buat kesembuhannya, isn’t it?”

” hhe..iya juga, orang gila kaya dia pasti bakal lakuin sesuatu buat kesembuhan dia.”

” itu kakak tau! Yang kak rio butuh sekarang itu semangat dari kita semua, bukan air mata kaya gini, via yakin kalo kak rio liat kakak nangis kaya gini, kak rio pasti malah merasa bersalah sama dirinya sendiri karena udah ngomong semuanya ke kita.”

” iya! Makasih banget ya vi, mama di surga pasti senyum juga denger kata2 loe barusan, kita pulang yuk! Udah sore, kayanya bakal ujan juga ni!” ajak alvin.

” ayuk! Tante kita pulang dulu yah!? Via janji via bakal ingetin kak alvin buat sering kesini dan via yang bakal ngawal tante!” kata via sambil ngusap nisan mama alvin.

” hhe..mama kita pulang dulu!” alvin sama sivia langsung pulang.

bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar