Senin, 01 Agustus 2011

Cinta Nano-nano part 21 (repost)

Keesokan harinya.

@ sma putra bangsa.

Rio berangkat sekolah lagi kaya biasanya. Tapi kan udah nggak pelajaran abis tes semester.

” yel, gimana rapat kita hari ini?” tanya rio semangat.

” jadi! Anak2 udah pada ngumpul.”

” bagus deh! Waktu kita nggak banyak, buruan yuk!” ajak rio terus jalan duluan ke ruang osis.

@ ruang osis.

Rio mimpin rapat.

“ semua, hari ini rapat terakhir kita untuk persiapan, selanjutnya kita akan langsung terjun ke lapangan, ada yang perlu dibahas lagi? Sudah jelas tugas masing-masing?”

“ SUDAH...”

“ berarti kita bisa langsung mulai kerja lapangan buat mendesain panggung dan yang lain.”

Setelah itu mereka pergi ke mini stadiun yang nggak jauh dari sekolah, stadiun ini dipilih sebagai tempat pensi.

Rio dan panitia yang lain sibuk beres-beres, sampe pada lupa kondisi ketua mereka, tapi rionya juga lupa sama penyakit dia. Angkat-angkat barang, bersih-bersih, nyiapin dekor, semua kerja sama nggak ada yang punya bagian khusus.

@ smp tunas negara.

Ray dkk latian keras, hari ini hari terakhir latian mereka, besok mereka harus tampil.

Kembali ke stadiun.

Jam makan siang, pekerjaan dihentikan sementara. Panitia pada makan siang, kecuali rio yang masih sibuk ngangkutin barang-barang.

” mario, loe istirahat dulu!” suruh rahmi.

” bentar! Tanggung!” jawab rio cuek.

” et dah ni bocah!” ceplos cakka yang abis ambil kardusan.” Loe mau kita pecat jadi ketua apa loe istirahat sekarang?” ancam cakka.

” banyak omong loe! Kaya emak gue dah! Tar! Tanggung!” jawab rio jengkel sambil melotot ke cakka.

“ masaaloh..muka loe kaya mayat idup! Loe buruan istirahat! Diem!” suruh cakka panik.

” gue nggak papa!” jawab rio tegas.

” nggak papa nenek buyut loe?! Rah, gue nititp ini bentar!” cakka ngulurin kardus makanannya ke rahmi.” Sini! Gue yang nganggkut!” cakka mengambil alih bawaan rio.

“ yo, mending loe duduk aja! Ni makanan cakka buat loe dulu! Pasti kelar ni semua.” kata rahmi sambil ngulurin kardus makanan cakka setelah cakka pergi.

” thanks ya! Malah jadi ngrepotin gue.” Ucap rio dengan berat hati.

“ santai aja lagi! Kita aja sering ngrepotin loe kok!” jawab rahmi sambil senyum.” gue kerja lagi ya?!”

” iya!”

Setelah itu rio Cuma duduk dan bantuin kerjaan yang ringan, sama sesekali ngusilin temen-temennya ples ngegaring.

” yel, kodok...” seru rio tiba-tiba sambil lemparin kain yang kena cat ijo ke gabriel yang ternyata keren-keren takut kodok.

” woe..sialan loe! Kampret...” gabriel latah kaget sambil lompat jauhin kain yang di lempar rio.

” huahhaaa...” rio ngakak.

” sialan loe yo! Mau ditaro mana muka gue kalo shilla liat?”

” dengkul! Huuahha...” rio tambah ngakak.

” jail loe nggak ilang2 ya?”

” susah ngilanginnya bro! Udah stadium 4,5! Bosen gue diem mulu.”

“ loe lari-lari aja keliling stadion 30 kali sono!”

” bagus ide loe! Paling baru 3 puteran aja besok di sekolah ada pemungutan dana duka cita.”

“ becandaan loe ngeri ah! Makanya loe diem aja udah!”

” ini juga gue Cuma duduk kaya orang bego!”

“ kalo bego mah nggak Cuma kaya, emang bener! Gue kerja lagi.”

“ oke! Kalo loe perlu bantuan gue siap membantu.”

“ nggak usah! Loe kenapa-napa malah tambah kerjaan kita!” gabriel pun berlalu.

Rio liat jam tangannya, 16.30.

” udah sore!” katanya.” Teman-teman, kita kumpul dulu yuk!” lanjut rio dengan suara keras.

Setelah semua kumpul.

” oke, makasih buat kerjasama kita hari ini, sakarang sudah pukul 16.30, kapan kita lanjutkan lagi?”

” jangan besok..” seru beberapa anak.

” lusa?” tawar rio lagi.

” iya..”

” oke, lusa kita lanjutkan lagi, pokoknya empat hari lagi panggung selesai, sekarang kita bisa istirahat.”

Panitia udah pada pulang, tinggal d’orions di sana.

“ besok jadi liat festival bandnya?” tanya alvin.

“ jadi dong! Gue diajak shilla buat nemenin dia nonton ozy.” Jawab gabriel.

“ gue pengen liat adek gue!” jawab cakka.

“ ray udah ngebooking jadwal gue buat liat dia.” Jawab rio pelan agak lemes.

“ idem dah!” tambah alvin, terus lirik ke rio yang dari tadi nunduk.” Yo, loe nggak papa?”

“ nggak! Biasa!”

“ biasa gimana?” tanya gabriel heran.

“ ya biasa, namanya badan gue udah nggak bener.”

“ penyakit loe kumat yo?” cakka panik.

“ nggak! Cuma agak pusing sama mual aja.”

“ ya udah! Balik buruan nyok! Kasian gue sama loe.” Ajak alvin.

Keesokan harinya.

@ smp tunas bangsa.

Pagi-pagi sekolah udah rame, bukan Cuma rame murid tunas negara yang mau sekolah, tapi juga murid sekolah lain yang ikut festival band se jabotabek, juga keluarga mereka yang mau dukung.

D’orions, ify dkk, aren sama septian udah duduk di bangku penonton nunggu band smp tunas negara tampil.

Banyak band dari berbagai sekolah unjuk kebolehan, ada yang alirannya pop, r’nb, jazz, sampe rock bermuculan, banyak yang mendapat sorakan karena vokalisnya suaranya nggak jelas, salah masuk, dll, banyak juga yang masih asal main, tapi ada juga yang sampe dapat tepuk tangan meriah dari penonton, standing applouse dari juri karena keren banget.

Giliran band smp tunas negara.

” deva...” sorak ify histeris.

” ozy..semangat!!!” seru shilla.

” acha...” seru cakka. Yang lain melotot ke cakka, agni udah siapin bogemnya.” hhe.. Ampun ag! Nggak macem2 gue!”

Rio ngasih dua jempolnya ke ray, ray bales sambil senyum dan nggengguk yakin.

” tenang semua!!” suruh deva.” kami dari smp tunas negara akan membawakan sebuah lagu yang berjudul dengarkan curhatku.” lanjutnya setelah penonton tenang.” semoga lagu kami ini dapat berkenan di hati anda sekalian.”

(nb: italic, bagian olivia, normal, bagian deva, underline, berdua)

Dengarkan curhatku tentang dirimu

Betapa anehnya tingkah lakumu

Jujurlah padaku jujurlah padaku

Kau menyimpan rasa, kau menyimpan rasa suka

Jangan suka bohong jangan bohongin aku

Perasaan itu perasaan itu suka

Dengarkan curhatku(oh dengarkanlah)

Tentang dirimu(tentang diriku)

Betapa lucunya(lucu) tingkah lakumu

Jujurlah padaku jujurlah padaku

Kau menyimpan rasa, kau menyimpan rasa suka

Jangan suka bohong jangan bohongin aku

Perasaan itu perasaan itu suka

Dengarkan curhatnya semua tentang kita

Ku tau dia rasa ku tau dia suka

Bilang perasaanmu jujurlah padaku

Jika tak suka, yow..katakan saja

Jujurlah padaku jujurlah padaku

Kau menyimpan rasa, kau menyimpan rasa suka

Jangan suka bohong jangan bohongin aku

Perasaan itu perasaan itu suka

Dengarkan curhatku tentang dirimu...

Setelah lagu selesai keributan bergemuruh, tepuk tangan meriah buat band smp tunas negara.

” ye..adek gue keren! Rapper!” seru ify.

“ adek loe bisa juga jadi cewe manis cak! Nggak semetal biasanya, tapi keren! Berbakat banget adek loe, nggak kaya abangnya!” kata gabriel sambil nepuk pundak cakka.

“ sialan loe! Adeknya aja berbakat apa lagi abangnya?!”

” bakat loe mah Cuma bikin stres orang tua!” sela alvin.

” iya! untung oliv nggak kaya loe, bisa gila bonyok loe kalo anaknya kaya loe semua!” tambah rio.

” rese loe semua!” omel cakka.

Saat pengumuman pemenang.

Di back stage ray dkk harap2 cemas campur ngarep buat jadi juara.

Di panggung, MCnya memulai pengumuman.

“ ketegori vokalis terbaik pria terbaik jatuh pada...deva dari smp tunas negara..”

Deva naik ke atas panggung sambil cekikikan.

“ hhe..ucapan terima kasih saya berikan buat tuhan yang maha baik. Mama-papa, i love you, kakak saya yang paling bawel, kak ify, temen2 saya dan buat semua yang sudah mendukung saya sekali lagi terimakasih banyak!”

“ eh, sialan! Pencemaran nama baik ni!” ceplos ify.

“ kan emang bener! Nggak usah protes deh!” jawab rio.

“ rese.rese.rese...”

“ untuk kategori vokalis wanita, jatuh pada, olivia dari smp tunas negara..”

Olivia buru2 naik ke panggung.

” hhe..makasih pialanya, puji syukur pada tuhan buat anugrahnya, terimakasih mama papa, kakak cakka, kakak agni makasih, hhe..buat ray, dan semuanya makasih juga! Pialanya oliv dedikasikan buat kalian semua!”

” widih..ag, kok loe sampe disebut secara khusus sama oliv sih?” shilla heran.

” kan gue temen curhatnya oliv! Hhe..”

” kategori gitaris terbaik, gitaris terbaik jatuh pada, nyopon dari smp tunas negara..”

Seletelah penyerahan piala dan sepatah-dua patah kata dari pemenang penyerahan dilanjutkan lagi.

” keyboardist terbaik, gita dari smp insan idola..”

“ em..sekarang katagori bassist terbaik, jatuh pada ozy..smp tunas negara.”

@ back stage.

“ hua...gue menang!!!!” sorak ozy ke girangan.

“ buru naik sono! Seneng2nya tar aja!” suruh ray. Ozy naik ke panggung, narima piala dan mengucap sepatah dua patah kata terima kasih.

” terima kasih saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, papa, mama, pialanya buat kalian! Pak ciko, Kak shilla, makasih dukungannya, buat acha, makasih semangatnya, juga buat teman-teman saya ray, deva, dan lainnya yang sudah dukung saya! Makasih banget!”

” sekarang kategori paling capek, drummer terbaik, jatuh pada...ray dari smp tunas negara..”

@ backstage.

” gue menang...” sorak ray.

“ nggak kaget!” jawab ozy sama deva.

” bodo! Yang penting gue menang! Gue naik dulu.” ray naik ke panggung, nerima hadiah dan mengucap terima kasih.

” terimakasih saya yang pertama untuk Tuhan atas anugrahnya, kedua buat mama-papa atas semua yang sudah diberikan, yang tidak kalah penting buat kakak saya yang terhebat, thanks banget my big brother buat semangat dan inspirasinya! Ini buat loe kak! Gue mau loe cepet sembuh dan selalu ada buat kita!” dikata-kata terakhir suara ray sedikit bargetar.” Buat olivia, deva, ozy, dan yang sudah dukung ray, makasih banget!”

Rio senyum miris-miris bangga denger ucapan ray.

“ gue ke backstage dulu!” pamit rio tarus ngacir.

@ backstage.

Ray baru turun dari panggung.

“ hhe..ray, adek gue keren! Selamat ya dek! Gue bangga sama loe!” ucap rio sambil ngacak-acak rambut ray.

“ tumben loe manggil gue adek?!”

“ pengen aja! Gue baru nyadar barusan kalo loe udah gede, mumpung loe masih imut kan gue panggil adek!”

“ hhe..thanks ya kak!”

“ buat apa lagi?”

“ buat semuanya, loe kakak terbaik yang pernah gue punya! Walopun loe bawel, galak, rese, tapi mario stevano is the best!”

“ lah, kakak loe kan Cuma gue?! biar loe manjanya ampun-ampunan, tapi i’m very proud of you, my little brother, raynald prasetya!” rio ngacak-acak rambut ray lagi.

“ anak mama akhirnya bisa akur juga!” sela bu manda sambil ngelus kepala dua anaknya.

“ hhe..iya dong ma! Kita kan saling sayang!” jawab ray manja.

“ jiah! Baru aja loe kliatan dewasa banget sekarang kumat lagi manjanya!” sela rio.

“ biarin! Loe ngiri ma gue kan?”

“ enak aja! Ngiri buat apa?!”

“ mama kan sayang sama gue! Wlee..”

” kumat lagi kan?! Mama sayang sama kalian berdua!” bu manda menengahi.

” yah..papa dicuekin ni?” sela pak putra.

” nggak dong! Kita juga sayang papa, i love you, my daddy..” jawab rio-ray disambung nyanyi potongan lagu my daddy.

Terdengar lagi suara MC yang akan memberi pengumuman.

“ sekarang pengumuman yang kita tunggu, band terbaik..dan...pemenangnya adalah.. smp tunas negara!!!”

“ yeey....kita menang!!!!” seru personil band dan semua yang dukung mereka. Ray, olivia, deva, ozy, acha, iley, dan nyopon naik ke atas penggung.

“ ini dia juara kita..” kata mc sambil tepuk tangan dan nyuruh penonton tepuk tangan lebih meriah lagi.” Em..tapi! ada tapinya ni! Sebelum piala diserahkan, kita punya tantangan buat kalian, kita buat kejutan buat penonton.”

Ray dkk liatin mc penasaran.

“ tantangannya adalah...sebentar! kita hari ini juga kedatangan tamu spesial, d’orions band!! Pemenang terbaik festival band sma.”

“ huu...” sorak penonton dengan meriahnya. D’orions malah bingung sendiri.

” heh, kita dateng aja nggak pake undangan kok sampe disebut2 gini sih?” bisik cakka ke gabriel.

“ au gue juga!” jawab gabriel bisik2.

“ oke! Kita simpen dulu kegembiraan kita, sekarang gimana kalau kita tantang band smp terbaik dan band sma terbaik untuk berkolaborasi?”

“ setuju...” sorak penonton termasuk ify dkk.

” nyanyi! Nyanyi! Nyanyi!” sorak penonton lain.

” rio...iel..alvin..cakka...” sorak gerombolan cewe2 yang apal banget sama personil d’orions.

” baik, mari kita panggil d’orions band untuk segera naik ke panggung!”

D’orions naik ke panggung, terus berunding mau nyanyi lagu apa sama ray dkk.

” semua, tau nggak kalo disini ada beberapa personil yang kakak beradik? keluarga musisi ternyata, mario vokalis d’orions itu kakak kandung dari drummer tunas negara band, raynald, dan cakka gitaris d’orions kakak kandung dari vokalis tunas negara band, olivia, hhe..sekedar info saja, sambil menunggu mereka siap2! Gimana sudah siap?” tanya mc mengakhiri setelah semua personil d’orions dan band smp tunas negara siap di posisi masing2.

” oke! Makasih kejutannya buat kakak mc dan buat panitia, jujur kami kaget, tidak ada persiapan sama sekali.” kata rio hampir memulai aksinya.” kali ini kami akan membawakan lagu berjudul jangan putus asa, selamat menikmati, musik!!”

Ku hirup udara dan rasakan hangatnya mentari

Oh indahnya hari ini menjalani hidup yang pasti

Janganlah menangis lepaskan semua beban di hatimu

Ayo ikutlah denganku kita bernyanyi nananana..

Hidup ini hidup yang penuh bahagia

Tetap semangat dan jangan putus asa

Hidup ini hidup sang sangat berarti

Terus berjuang tuk menggapai impian..

Selama tiga hari rio dan panitia pensi kerja keras buat selesein semua keperluan pensi.

Hari ini hari terakhir perisapan, mereka janjian sore buat selesaiin yang belum selesai.

Rio dateng paling awal, belum ada orang sama sekali, rio ngecek apa aja yang kurang.

” kayanya hampir beres, aduh..arghh..kepala gue pusing banget, kenapa lagi sih ni?” kata rio setelah mengecek segala sesuatunya, dia bungkuk sambil pegangin kepalanya.

” yo, loe udah dateng?” sapa alvin sambil nepuk pundak rio.

” eh, iya! barusan juga kok!” jawab rio bohong sambil negakin badannya lagi dan liatin alvin seolah nggak terjadi apapun.

” ya ampun yo!” ceplos alvin kaget liat tampang rio yang pucet banget, lebih pucet dari pucet rio yang biasa dia liat.

” kenapa loe?” tanya rio pelan.

” loe pucet banget, penyakit loe kumat lagi ya?!” alvin mulai panik.

” nggak! Loe tenang aja! Paling gue Cuma kepanasan aja.”

” bohong loe! Gue anter loe ke rumah sakit atau gue anter pulang dulu yuk!”

“ vin, oke, gue bohong! Kepala gue sakit banget sekarang, tapi gue masih kuat buat kerja, gue ketua bro! dimana tanggung jawab gue kalo gue malah tiduran di rumah dan kalian kerja? jangan anggep gue selemah itu!” kata rio sedikit membantak.

” yo! Loe tau kita kaya gini karena kita peduli sama loe!? Asal loe tau, kita nggak pernah anggep loe lemah! Loe tetep orang yang hebat dimata kita.” bentak alvin balik.

” hemh..sekarang loe jangan banyak ngomong! Gue bakal tetep disini, kita selesaikan semua sama-sama, jangan buat gue nyesel udah kasih tau penyakit gue ke loe semua! jangan buat gue patah semangat gara2 penyakit gue!”

“ oke! Tapi loe harus ngomong sama kita kalo loe bener2 nggak kuat!”

” iya!”

Pekerjaan dilanjutkan lagi, semua panitia udah dateng.

Setelah pekerjaan beres semua panitia muncul.

” temen-temen, besok acara penting kita, saya harap besok kita bisa datang ontime, jangan kecewakan penonton! Kita berikan yang terbaik buat mereka!” rio memberi instruksi pelan-pelan, kaya sambil nahan sakit.

” bro, loe nggak papa?” bisik gabriel kawatir. Rio Cuma acungin jempolnya.

” sekarang kita berdoa buat kelancaran acara besok dan sekalian doa penutup.” rio lanjutin kata2nya.

Setelah itu mereka bubar.

Keesokan sore menjelang malam.

@ rumah rio.

Rio bangun tidur, badannya rasanya lemes banget, kepalanya berat.

’ tuhan, beri aku kekuatan.’ Doa rio dalam hati sambil berusaha bangun yang rasanya berat banget.

Rio siap2 terus ke ruang makan buat sarapan.

@ ruang keluarga.

” hai semua..” sapa rio.

” ya ampun! Kamu kambuh lagi? Pasti kemaren kamu kecapekan?!” bu manda panik.

” nggak kok ma! Rio baik2 aja!”

” kamu tetep pergi hari ini?”

” iya lah! Ini yang rio perjuangkan ma! rio berangkat ma, pa!” pamit rio.

“ iya! Hati2!”

“ sip ma!”

bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar